
NETSULSEL | Makassar, Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) di GOR JK Arenatorium dipastikan berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Pihak Unhas memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan narasi dan isu miring di media sosial yang menyebutkan adanya unsur “militarisme akademik” maupun pembajakan acara oleh aparat militer dalam kegiatan tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan guna memberikan ketenangan bagi masyarakat serta seluruh civitas akademika Unhas. Pihak rektorat menegaskan bahwa kehadiran pejabat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membekali generasi muda dengan materi pembinaan kesadaran bela negara serta pemahaman jati diri bangsa.
Dalam agenda tahun ini, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko hadir memberikan pembekalan wawasan kebangsaan. Jadwal penyampaian materi yang semula dirancang pada hari pertama tingkat universitas disesuaikan ke hari berikutnya pada sesi fakultas di FIB Unhas. Penyesuaian jadwal ini telah dikomunikasikan secara transparan antara pimpinan universitas dan pimpinan fakultas.
Sesi pembekalan berlangsung hangat dan komunikatif selama kurang lebih satu jam, dilengkapi dengan ruang dialog interaktif antara pemateri dan para mahasiswa baru. Tidak ada bentuk kekerasan verbal maupun intimidasi, melainkan dorongan motivasi patriotik yang disampaikan secara persuasif demi membakar semangat belajar para tunas muda bangsa.
”Kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin merupakan bagian dari sinergi edukatif untuk menguatkan rasa nasionalisme mahasiswa baru. Kami menyayangkan adanya pemelintiran informasi di media sosial yang membingkai kegiatan ini secara negatif. Sesi berlangsung sangat tertib, aman, dan penuh dialog konstruktif tanpa ada intervensi apalagi bentuk militerisme,” ungkap Ishak Rahman, perwakilan Humas Unhas dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).
Pihak universitas juga menepis isu bahwa mahasiswa dikurung atau dibiarkan pingsan massal. Tim medis yang bersiaga di lokasi menangani beberapa mahasiswa yang kurang fit akibat kelelahan fisik secara cepat dan sigap, sebuah prosedur standar dalam acara berskala besar. Unhas mengajak publik untuk bijak menyaring informasi dan menjaga iklim akademis yang adem, ramah, serta inklusif demi kemajuan pendidikan nasional. (ita)















