Menyulap Sampah Menjadi Berkah, Semangat Belajar Pengurus BSU Gowa Demi Lingkungan dan Ekonomi Warga

Semangat inovasi membawa puluhan pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Kabupaten Gowa melangkah ke Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, dalam sebuah perjalanan edukatif yang penuh inspirasi.

NETSULSEL | ​Makassar, Sampah acap kali dipandang sebagai masalah, namun di tangan orang-orang yang peduli, limbah rumah tangga justru bisa diubah menjadi pundi-pundi rupiah dan sumber kehidupan baru. Semangat inovasi inilah yang membawa puluhan pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Kabupaten Gowa melangkah ke Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, dalam sebuah perjalanan edukatif yang penuh inspirasi.

​Bukan sekadar kunjungan kerja biasa, aksi studi tiru ini menjadi bukti nyata komitmen para pejuang lingkungan Kabupaten Gowa untuk menimba ilmu dan membawa pulang solusi nyata bagi wilayah mereka.

Inovasi Organik: Dari Maggot hingga Metode Teba
​Perjalanan menginspirasi ini dimulai dari Yayasan Peduli Negeri (YPN) di RW 04 RT 04—lembaga pelopor yang memiliki sejarah panjang dalam mendampingi Pemerintah Kabupaten Gowa membentuk sistem BSU hingga Bank Sampah Induk (BSI) di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Gowa.

​Di bawah bimbingan Manajer Program YPN, Syamsuddin, para peserta diajak menyaksikan langsung bagaimana sampah organik diolah secara modern dan berdaya guna:

​Budidaya Maggot (BSF): Mengubah sisa makanan menjadi pakan ternak bernilai ekonomis tinggi.

​Teknik Pengomposan & Metode Teba: Pelatihan praktis menyulap limbah dapur menjadi pupuk kaya nutrisi langsung dari sumbernya.

​”Mengelola sampah organik bukan lagi soal membuang, tapi bagaimana kita memberi nilai tambah yang kembali ke masyarakat,” ungkap salah satu peserta di sela-sela pelatihan.

Menggerakkan Ekonomi Lewat Pemilahan dan Urban Farming
​Langkah para pejuang lingkungan ini berlanjut ke Bank Sampah Jipang 04. Di sini, peserta mempelajari manajemen pemilahan dan pembukuan sampah anorganik yang rapi—sebuah formula yang telah terbukti sukses mendongkrak pendapatan warga sekitar.

​Tak berhenti di situ, rombongan menutup kegiatan di Urban Farming Sikatutui. Di tempat ini, mata para peserta dimanjakan oleh indahnya integrasi antara pengolahan sampah berbasis lingkungan dan pertanian perkotaan (urban farming). Lingkungan yang bersih kini bersanding harmonis dengan hijaunya tanaman pangan keluarga.

Sinergi Lintas Wilayah untuk Masa Depan Hijau
​Kegiatan penuh kehangatan ini disambut hangat oleh Lurah Karunrung, Mahadin Moh. Astari, S.Tr.Sos., M.AP., bersama perwakilan UPT BSI Kabupaten Gowa, Jay, jajaran RT/RW lokal, serta Ketua Bank Sampah Jipang 04, Asim, S.Kom., M.M.

​Dalam sambutannya, Lurah Karunrung menyampaikan rasa bangganya atas kolaborasi lintas daerah ini. Ia menegaskan bahwa gerakan menjaga bumi tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi dan saling menginspirasi.

Menyemai Harapan Baru
​Oleh-oleh ilmu dari Kelurahan Karunrung ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi para pengelola bank sampah di Kabupaten Gowa. Melalui adaptasi best practice ini, cita-cita menciptakan kemandirian pengelolaan sampah dari rumah tangga, menjaga kelestarian bumi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga kini kian dekat untuk diwujudkan.(shr)