
NETSULSEL | Makassar, Setiap pergerakan besar selalu lahir dari rekam jejak dedikasi yang panjang. Hal inilah yang tercermin dari sosok Prof. Dr. Hasmyati, M.Kes, Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM selama dua periode. Berbekal pengalaman panjangnya menahkodai perubahan, ia kini mengobarkan semangat baru, menjadikan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebagai momentum emas transformasi kampus menuju masa depan.
Bagi Prof. Hasmyati, PKKMB bukan sekadar seremoni rutin tahunan untuk menyambut mahasiswa baru. Lebih dari itu, agenda ini adalah gerbang awal untuk menanamkan karakter, mengasah mentalitas adaptif, dan menyalakan api perjuangan akademik di dada para generasi penerus bangsa.
Buah Kepemimpinan dan Dedikasi Tanpa Henti
Kiprah Prof. Hasmyati di dunia pendidikan tinggi bukanlah perjalanan yang instan. Kepercayaan memimpin FIKK UNM selama dua periode menjadi bukti nyata kepemimpinan yang bervisi tajam dan berani mengambil langkah nyata. Di bawah tangannya, berbagai pembenahan lahir mulai dari modernisasi tata kelola, penguatan kapasitas SDM, peningkatan mutu layanan akademik, hingga pendorongan ekosistem riset yang produktif.
Pengalaman mendalam tersebut membuktikannya satu hal: perubahan nyata membutuhkan visi yang kuat, keberanian bertindak, dan kerendahan hati untuk merangkul semua pihak.
”Perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Harus ada kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga seluruh pihak terkait. Dengan kebersamaan, transformasi akan menjadi gerakan yang hidup,” ungkap Prof. Hasmyati, Sabtu (15/8/2026).
Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Tapi Membangun Karakter dan Integritas
Menatap tantangan zaman yang kian dinamis—terutama dengan melesatnya teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI)—Prof. Hasmyati menitipkan pesan mendalam bagi para mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa kampus bukanlah tempat mencetak ijazah belaka, melainkan kawah candradimuka untuk menggembleng kompetensi, kepemimpinan, dan empati sosial.
Ia meyakini bahwa meski teknologi berkembang pesat, daya kritis dan integritas moral manusia tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.
Teknologi sebagai Alat: Memanfaatkan AI untuk mengakselerasi wawasan, bukan mematikan proses berpikir logis.
Pengembangan Diri Utuh: Aktif menyeimbangkan capaian akademik dengan pengalaman organisasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Penjaga Jati Diri: Menjaga reputasi almamater melalui karya nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Menyemai Harapan, Merawat Masa Depan UNM
Melalui momentum PKKMB ini, Prof. Hasmyati berharap setiap mahasiswa baru menyadari peran strategis mereka. Mereka bukan sekadar penikmat fasilitas kampus, melainkan elemen utama yang menyokong masa depan dan nama baik UNM di kancah nasional maupun global.
Perjuangan karier dan visi kepemimpinan Prof. Hasmyati menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tinggi adalah proses berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan dan integritas yang ditanamkan sejak hari pertama melangkah di kampus, UNM optimistis terus mencetak SDM unggul yang siap menaklukkan era baru.















