
NETSULSEL | Makassar, Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Four Points by Sheraton Makassar menjadi panggung silaturahmi yang hangat bagi jajaran pimpinan daerah, ulama, dan elite politik. Perhelatan strategis keumatan ini tidak hanya dihadiri pimpinan MUI dan tokoh politik Sulsel, tetapi juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Di tengah suasana khidmat dan dinamis Musda, kehadiran Kepala Bagian Operasi (KBO) Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sulsel, Kolonel Kav Dr. Ir. Amran Wahid, S.T., M.M., IPM, sukses memberikan warna tersendiri. Perwira tinggi intelijen yang dikenal luas menguasai bidang keagamaan dan teritorial ini tampil mencairkan suasana dengan pendekatan politik humanistik.
Sentuhan Humanis KBO Binda Sulsel
Sebagai figur berlatar belakang militer dan intelijen, Kolonel Kav Amran Wahid memanfaatkan momentum Musda IX MUI Sulsel untuk membuka ruang dialog yang inklusif dan cair bersama ulama serta lintas tokoh masyarakat. Kehadirannya tidak sekadar memenuhi porsi protokol pengamanan wilayah, melainkan mewujudkan sinergi strategis antara elemen keamanan negara dan ulama.

Komunikasi Cerdas dan Hangat: Kolonel Amran Wahid terlihat aktif berbaur dan berbincang lepas dengan para ulama senior, akademisi, hingga elite politik daerah.
Perspektif Keamanan Inklusif: Ia menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan kekeluargaan dalam menjaga stabilitas stabilitas sosial-keagamaan di Sulawesi Selatan.
Jembatan Silaturahmi: Pendekatan humanis yang dibawanya dinilai mampu meruntuhkan sekat kaku antara aparatur keamanan dan tokoh masyarakat, menciptakan suasana Musda yang semakin adem dan kolaboratif.
“Komunikasi terbuka dan saling berangkulan atau berjabat tangan itu bagian dari sinergi yang kuat dan memperkokoh persatuan” ujar Amran Wahid.
Sinergi Tokoh dan Masa Depan Kepemimpinan
Sinergi antara ulama dan umara tercermin jelas melalui hadirnya jajaran pemerintahan pusat, daerah, serta perwakilan instansi keamanan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa berjalan bergandengan tangan dengan MUI dalam menjaga ketahanan pangan serta moralitas umat.
Forum Musda IX MUI Sulsel sendiri telah menetapkan 15 anggota Tim Formatur untuk merumuskan kepengurusan masa khidmat lima tahun ke depan. Hadirnya ruang komunikasi terbuka yang diinisiasi oleh berbagai elemen—termasuk KBO Binda Sulsel menjadi modal sosial yang kuat agar MUI Sulsel terus menjadi pengayom umat yang solutif, damai, dan ad anya dalam mengawal pembangunan daerah.(ita)
















