NETSULSEL | Makassar, Kali Ketiga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ormas The Legend 120 Sulawesi Selatan, kembali turun kejalan. Isyu yang mereka usung tetap sama yakni perlawanan terhadap maraknya peredaran rokok ilegal di Kota Makassar. Aksi yang berlalnsung di depan Kantor Bea Cukai Makassar dan Kanwil DJBC SulBang sel pada Jumat kemarin, tak hanya mnegecam peredaran rokok illegal secara bebas namun juga menuntut agar Kepala Bea dan Cukai kota Makassar, mundur dari jabatannya.
Aksi damai yang menerjunkan sekitar seratusan massa ini menganggap bahwa Bea Cukai tak pernah serius menanggapi hak masyarakat yang mempertanyakan kinerja pengawasan dan penindakan bea cukai atas beredar bebasnay rokok tanpa label cukai oleh negara. Pun The Legend menilai Bea Cukai hanya gimmik atas sikapnya melawan barang-barang illega yang beredar dimasyarakat, dan ogah menindaki barang tersebut.
Ketua Umum DPP Ormas The Legend 120 Sulsel, Muh. Rusdi, menegaskan pihaknya menuntut penegakan hukum yang tuntas hingga mendobrak para pemodal dan distributor utama rokok-rokok tersebut.
“Kami ingin penegakan hukum dilakukan sampai ke akar persoalan. Jika ditemukan pelanggaran, siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses berdasarkan hukum. Jangan sampai penindakan hanya berhenti pada barang, sementara jaringan dan pelakunya tetap beroperasi,” tegas Muh. Rusdi.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum DPP Ormas The Legend 120 Sulsel, Muh. Syahbani, menilai masih bebasnya rokok ilegal beredar di masyarakat menjadi sinyal kuat dibutuhkannya evaluasi total terhadap sistem pengawasan Bea Cukai.
“Kalau rokok ilegal masih mudah ditemukan di masyarakat, tentu perlu ada evaluasi terhadap efektivitas pengawasan. Kami mendorong Bea Cukai dan aparat terkait tidak hanya melakukan penyitaan, tetapi juga menelusuri mata ranksai peredarannya secara menyeluruh,” tutur Muh. Syahbani.
Pihaknya memastikan seluruh rangkaian aksi akan berlangsung secara tertib dan transparan demi mendorong keterbukaan hukum. Organisasi ini bertekad terus mengawal kasus ini agar penindakan tidak tumpul ke atas dan benar-benar menjerat seluruh mata rantai mafia rokok ilegal di Sulawesi Selatan.(qas)

















