
NETSULSEL | Makassar, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sukses menuntaskan sosialisasi “Pekan Kampus Merdeka dan Deklarasi Anti-Kekerasan”. Digelar maraton sejak 17 hingga 20 Agustus 2026 dari Kampus I Tamalanrea Makassar hingga Kampus II Moncongloe Maros, sebanyak 2.166 mahasiswa baru dari 7 jurusan diajak berkomitmen menciptakan ruang belajar yang aman.
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Berlandaskan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, materi pencegahan kekerasan kini resmi diintegrasikan ke dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Selain pembekalan materi, seluruh peserta juga menandatangani pakta integritas bersama demi menyapu bersih segala bentuk tindakan intimidasi di area kampus.
Ketua Satgas PPK PNUP, Dr. Andi Musdariah, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa fokus utama kebijakan terbaru ini meluas pada tindakan pencegahan awal. Regulasi tak lagi hanya menyasar kekerasan seksual, tetapi juga mencakup kekerasan fisik, psikis, bullying, diskriminasi, hingga intoleransi.
”Aturan terbaru ini merupakan pengembangan dari Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yang sebelumnya lebih fokus pada kekerasan seksual. Banyak tindakan yang selama ini dianggap sekadar candaan ternyata telah masuk kategori kekerasan. Karena itu, sosialisasi penting dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Andi Musdariah.
Pihaknya juga menyoroti maraknya aksi perundungan yang kini bergeser ke ranah digital melalui grup WhatsApp maupun platform media sosial. Oleh sebab itu, fungsi Satgas PPKPT diperluas untuk mengawal ruang digital sekaligus mendampingi korban secara objektif.
”Satgas harus berpihak pada kepentingan terbaik korban, namun tetap objektif dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Melalui penguatan regulasi, edukasi berkelanjutan, serta optimalisasi peran satgas, kita berharap PNUP dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif,” pungkas Dosen Administrasi Niaga tersebut.(baba)











