
NETSULSEL | Jakarta, Langkah konkret pendidikan vokasi dalam menembus batas global kembali dibuktikan oleh anak-anak muda Makassar. Sebanyak 14 mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi bertolak menuju Liuzhou, Tiongkok, pada Selasa (8/9/2026). Keberangkatan ini menjadi awal dari petualangan akademik dan profesional mereka dalam menimba ilmu serta mengasah kompetensi industri langsung di pusat manufaktur dunia.
Program pengembangan kompetensi ini lahir dari sinergi strategis tripartit antara PNUP, PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI), dan Liuzhou Polytechnic University. Keberangkatan ini sekaligus menjadi realisasi dari Manufacturing Program Batch 3, yang sebelumnya telah dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Ikatan Dinas Mahasiswa PNUP–LiuGong di Jakarta pada 2 September 2026.
Suasana haru penuh kebanggaan mewarnai pelepasan para mahasiswa di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Wakil Direktur PNUP Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., hadir langsung melepas Duta Vokasi tersebut.
Dr. Nurhayati menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata komitmen PNUP dalam menghadirkan kurikulum berbasis link and match yang tak sekadar teori, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan industri berskala internasional.
“Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ke Tiongkok, melainkan gerbang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menyerap teknologi mutakhir, menyerap budaya kerja disiplin, serta memahami standar industri global. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya dan kembali dengan kompetensi unggul yang siap membangun bangsa,” tegas Dr. Nurhayati.
Selama berada di Liuzhou—kawasan yang dikenal sebagai salah satu ‘jantung’ industri manufaktur Tiongkok—para mahasiswa akan menjalani pelatihan intensif di lingkungan manufaktur modern. Mereka digembleng untuk beradaptasi dengan alur kerja nyata, teknologi canggih, dan ekosistem pendidikan vokasi kelas dunia di Liuzhou Polytechnic University.
Dari kampus vokasi di Makassar hingga ke panggung manufaktur Liuzhou, 14 mahasiswa PNUP ini tak hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa mimpi anak muda Indonesia untuk membuktikan bahwa SDM vokasi tanah air mampu bersaing dan bersinar di kancah global. (isk)












