
NETSULSEL | Takalar, Warga Dusun Bontomanai, Desa Su’rulangi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh penemuan jasad bayi yang terbungkus kain kafan putih pada Rabu (12/8/2026). Jasad bayi yang diduga baru lahir tersebut ditemukan di area lahan perkebunan yang cukup jauh dari permukiman penduduk.
Dugaan sementara mengarah pada tindakan pembuangan bayi oleh orang tidak dikenal (OTK). Pihak kepolisian dari Polsek Polongbangkeng Selatan (Polsel) bersama Tim Inafis Polres Takalar langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Polongbangkeng Selatan, AKP Kaharuddin Lallo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kondisi bayi saat pertama kali ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terbungkus rapi menggunakan kain kafan.
”Betul, telah ditemukan seorang bayi dalam kondisi meninggal dunia. Jenis kelaminnya masih dalam proses pemeriksaan mendalam. Jasad bayi tersebut ditemukan di area perkebunan yang sepi dan jauh dari rumah warga,” ujar AKP Kaharuddin Lallo.
Langkah Kepolisian dan Pengumpulan Saksi
Penyelidikan saat ini tengah berjalan intensif untuk mengusut tuntas motif dan pelaku di balik peristiwa ini. Beberapa langkah hukum dan medis yang diambil pihak kepolisian meliputi:
- Olah TKP dan Identifikasi: Tim Inafis menyisir area penemuan untuk mengamankan barang bukti di sekitar lokasi perkebunan.
- Pemeriksaan Saksi: Polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang pertama kali menemukan jasad bayi serta warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
- Pemeriksaan Medis: Jasad bayi dievakuasi ke fasilitas kesehatan setempat untuk menjalani pemeriksaan visum guna mengetahui secara pasti usia, jenis kelamin, serta penyebab kematian.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat setempat yang memiliki informasi terkait keberadaan perempuan yang baru saja melahirkan atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor. Pengusut peristiwa ini terus dilakukan untuk mendeteksi identitas orang tua yang tega meninggalkan bayinya tersebut.









