Resmi Hadir di Kampus, Unhas Buka Layanan Paspor dan Keimigrasian Lewat CIP

Bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-70, Universitas Hasanuddin (Unhas) meresmikan fasilitas baru bertajuk Campus Immigration Point (CIP) pada Kamis (10/9/2026). Sentra pelayanan keimigrasian langsung di dalam area kampus ini dihadirkan untuk mempermudah mobilitas internasional seluruh sivitas akademika Unhas.

NETSULSEL | Makassar, Bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-70, Universitas Hasanuddin (Unhas) meresmikan fasilitas baru bertajuk Campus Immigration Point (CIP) pada Kamis (10/9/2026). Sentra pelayanan keimigrasian langsung di dalam area kampus ini dihadirkan untuk mempermudah mobilitas internasional seluruh sivitas akademika Unhas.

​Inovasi strategis ini tercipta atas kolaborasi Direktorat Internasionalisasi/Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas bersama Kantor Imigrasi Makassar. Kehadiran CIP diproyeksikan menjadi akselerator program internasionalisasi Unhas, khususnya dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi dosen, mahasiswa, peneliti, tenaga kependidikan, hingga warga negara asing (WNA) yang beraktivitas di Unhas.

​Layanan CIP Unhas sendiri telah melewati masa uji coba sejak 8 September 2026. Melalui fasilitas ini, sivitas akademika kini dapat mengurus dokumen keimigrasian tanpa perlu lagi mengantre di kantor imigrasi luar.

Beberapa poin penting operasional dan ketetapan layanan di CIP Unhas mencakup:

​Kemudahan Akses: Melayani pembuatan dan perpanjangan paspor biasa maupun paspor elektronik untuk kegiatan studi, konferensi, penelitian, dan kerja sama luar negeri.

​Kuota Tatap Muka: Untuk menjaga kualitas layanan langsung, kuota harian dibatasi sebanyak 25 pemohon per hari.

​Rincian Tarif Paspor Elektronik: Dipatok sebesar Rp650.000 untuk masa berlaku 5 tahun dan Rp950.000 untuk masa berlaku 10 tahun.

​Integrasi layanan keimigrasian di dalam lingkungan kampus ini mempertegas langkah Unhas dalam memperluas jejaring global. Dengan kemudahan birokrasi ini, percepatan pertukaran mahasiswa serta riset kolaboratif bersama mitra internasional diharapkan dapat meningkat signifikan.(baba)