NETSULSEL | Makassar, Ada kebanggaan yang membuncah ketika menatap deretan piala, laboratorium, dan deru mesin workshop di kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Perjalanan panjang yang diukir sejak berdiri puluhan tahun silam kini sampai pada sebuah babak baru. Menjelang Dies Natalis ke-39 yang jatuh pada 5 Oktober 2026 mendatang, kampus vokasi negeri ternama di Indonesia timur ini tidak sekadar merayakan usia, tetapi juga merayakan lompatan besarnya di kancah global.
Dari bumi Sulawesi Selatan, PNUP melangkah berani hingga ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Misi yang diusung pun tidak main-main: menghadirkan Vokasi Berdampak—sebuah komitmen untuk memastikan tiap jengkal kurikulum dan laboratoriumnya memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, industri, dan masa depan bangsa.
Di bawah nahkoda Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. (periode 2025–2029), arah baru tersebut kian terasa dinamis. Tepat menjelang setahun masa kepemimpinannya, diplomasi vokasi ke Tiongkok menjadi bukti bahwa pendidikan terapan di daerah mampu berdiri sejajar dengan perkembangan teknologi dunia.
”Semuanya berjalan sesuai dengan rencana strategis yang dirumuskan bersama civitas akademika,” ungkap Prof. Rusdi Nur optimis, Jumat (11/9/2026).
Menembus Batas: Dari Beasiswa Industri hingga Kurikulum Global
Transformasi PNUP kini bukan lagi sebatas teori di dalam ruang kelas. Langkah konkret diplomasi internasional tersebut diwujudkan melalui serangkaian program terobosan yang berdampak langsung pada anak-anak bangsa:
Beasiswa Manufaktur dan Skema Tripartit: PNUP sukses memberangkatkan belasan mahasiswa ke Tiongkok melalui kolaborasi strategis dengan PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) dan Liuzhou Polytechnic University (LZPU). Para mahasiswa ini tak hanya belajar ilmu manufaktur terkini di Tiongkok, tetapi juga mengantongi kepastian magang hingga sertifikasi industri internasional.

Skema Pendidikan 1+1+1 dan Kurikulum Internasional: Menggandeng Guangxi Modern Polytechnic College (GMPC), PNUP meretas program credit transfer khusus bagi program studi D3 Teknik Mesin dan D3 Analisis Kimia. Tak ketinggalan, sektor infrastruktur juga diperkuat melalui kemitraan strategis dengan Guangxi Polytechnic of Construction (GXPC).
Transfer Teknologi Robotika bagi Dosen: Tak hanya mahasiswanya yang terbang melintasi benua, para tenaga pendidik dari Jurusan Teknik Elektro PNUP diterjunkan langsung ke Liming Vocational University, Tiongkok. Mereka mendalami ilmu robotika industri terkini agar sekembalinya ke tanah air, ilmu tersebut dapat ditularkan langsung di laboratorium kampus.
Menatap Masa Depan Vokasi Indonesia
Menjelang genap berusia 39 tahun, PNUP membuktikan bahwa perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan tidak boleh membuat langkahnya terhenti. Justru dari rekam jejak panjang itulah, keberanian untuk melebarkan sayap ke level internasional lahir.
Melalui sinergi erat dengan industri global Tiongkok, PNUP ingin memastikan lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif, berdaya saing global, dan siap menjadi tulang punggung pembangunan industri Indonesia. Spirit “PNUP Mendunia” kini bukan lagi mimpi, melainkan rekam jejak yang terus diukir dengan karya nyata. (ita)












