
NETSULSEL | Makassar, Ditangan dingin para mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), limbah sekam padi yang melimpah dan kerap terbengkalai di Desa Maggenrang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, berhasil disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), Tim SEKATA PNUP yang diketuai Kyrbie Yoga Sembara bersama Rifad, Detrin, Syera, dan Fitria, berhasil mengolah limbah pertanian tersebut menjadi pakan ternak fermentasi kaya nutrisi serta bio-briket ramah lingkungan.
Gagasan ini lahir dari keprihatinan atas kebiasaan warga lokal yang sekadar menumpuk atau membakar tumpukan sekam sisa panen hingga mencemari udara. Di bawah bimbingan Dr. Andi Muhammad Asfar, S.T., M.T., tim ini membawa solusi mutakhir lewat teknologi Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Metode ini menguraikan serat kasar sekam secara simultan agar mudah dicerna oleh hewan ternak.
Keberhasilan riset ini tak dibiarkan mengendap di dalam ruang laboratorium kampus. Mengusung konsep zero waste, Tim SEKATA merangkul pemuda desa yang tergabung dalam Karang Taruna Padaelo melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) demi mendorong lahirnya cikal bakal wirausaha muda di tingkat desa.
”Kami ingin inovasi ini tidak hanya menjadi pajangan riset, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengolahan berteknologi SSF ini, sekam padi tak lagi dibakar sia-sia, melainkan naik kelas menjadi pakan bernilai jual dan bio-briket yang ramah lingkungan,” ujar Ketua Tim SEKATA PNUP, Kyrbie Yoga Sembara.
Pendampingan yang diberikan pun terbilang sangat komprehensif. Warga tak sekadar diajari cara memproduksi pakan dan bio-briket, tetapi juga dibekali keterampilan pengemasan produk modern, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran digital di marketplace agar Karang Taruna setempat mampu mandiri secara finansial.
Melalui sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan generasi muda daerah, langkah PNUP ini membuktikan bahwa batas laboratorium kampus dapat meluas hingga ke pelosok desa. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat ketahanan pakan dan kemandirian ekonomi warga dapat dirajut dari kesederhanaan limbah pertanian lokal.(none)












