
NETSULSEL | Makassar, Komitmen Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mencetak sumber daya manusia unggul di kawasan Indonesia Timur kian nyata. Lewat kerja sama strategis bersama Vrije Universiteit Amsterdam (VU Amsterdam), Unhas kembali menggelar program bergengsi Pre-Doctoral Programme 2026.
Inisiatif ini hadir sebagai jembatan emas bagi para akademisi dan peneliti muda dari kawasan Indonesia Timur untuk menembus jenjang pendidikan doktoral (PhD), khususnya di perguruan tinggi terkemuka di Belanda.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, antusiasme para pencari ilmu melonjak tajam. Sebanyak 31 akademisi handal berhasil melenggang ke tahap Face-to-Face (F2F) setelah menyisihkan pendaftar lain dalam seleksi proposal riset dan kemahiran bahasa. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2025 yang hanya diikuti oleh 13 peserta.
Menariknya, program ini tidak hanya milik Unhas. Dari 31 peserta terpilih, enam di antaranya merupakan wakil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia Timur, melintasi wilayah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga tanah Papua.
Bekal Kompetensi Bertaraf Internasional
Diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi Pembelajaran Unhas bersama VU Amsterdam pada 7–11 September 2026 di Makassar, program ini menghadirkan langsung pakar internasional, Dr. Denyse Snelder dan Dr. Sabina Di Prima.
Selama lima hari intensif, para peserta digembleng untuk mengasah research skills, academic competencies, hingga presentation skills. Mereka diajak mempertajam relevansi gagasan penelitian, membedah metodologi, hingga menghubungkannya dengan literatur global. Tak berhenti di situ, pendampingan akan dilanjutkan lewat sesi one-to-one coaching secara daring pada awal Oktober mendatang.
Pesan Rektor Unhas: Tembus Batas di Era Teknologi
Dukungan penuh mengalir dari jajaran pimpinan Unhas. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, memberikan motivasi membakar semangat bagi para peserta.
Prof. JJ mengingatkan pentingnya beradaptasi dan membangun kolaborasi global di tengah cepatnya arus perkembangan zaman.
“Kita sekarang berada di era jejaring, era Internet of Things, bahkan telah memasuki era AI of Things. Maka jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” tegas Prof. JJ.
Program ini lebih dari sekadar perancangan proposal riset. Lebih dari itu, Unhas dan VU Amsterdam tengah membangun kesiapan mental, strategi, serta kematangan akademik calon doktor masa depan yang siap membawa perubahan positif bagi Indonesia Timur dan dunia. (baba)
















