Sempat ‘Menghilang’, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Menampakkan Diri. Buka Suara Soal OTT KPK di Lingkungannya

Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN

NETSULSEL | ​Jakarta, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya muncul kembali di hadapan publik usai sempat tak terlihat tanpa kabar selama beberapa hari terakhir. Kemunculannya ini sekaligus menjawab teka-teki keberadaannya usai rentetan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

​Ketidakhadiran Nusron dalam beberapa kegiatan dinas belakangan ini dipicu oleh fokusnya melakukan konsolidasi internal serta koordinasi tertutup pasca-penindakan hukum yang menimpa jajarannya, guna memastikan roda organisasi dan pelayanan tetap stabil di tengah situasi tersebut.

​Usai melaksanakan salat Jumat di kantornya, Nusron secara terbuka memberikan tanggapan resmi mengenai penindakan hukum oleh lembaga antirasuah tersebut. Ia menegaskan sikap kementeriannya yang kooperatif dan mendukung penuh langkah penegakan hukum.

​”Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada di sini. Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR/BPN,” kata Nusron kepada wartawan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9/2026).

​Meskipun aktivitas penggeledahan dan penindakan hukum berlangsung di area Kantor Kementerian ATR/BPN hingga Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kabupaten Bogor, Nusron menjamin bahwa aktivitas operasional tidak akan terganggu. Ia memastikan seluruh pelayanan publik terkait pertanahan tetap berlangsung seperti biasa bagi masyarakat.

​Guna mencegah kejadian serupa dan membenahi sistem, Nusron menyatakan akan memperketat fungsi pengawasan internal di seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN.(baba)