NETSULSEL | Makassar, Alih-alih mengisi malam Minggu dengan istirahat atau nongkrong santai, dua kelompok warga di kawasan Kandea dan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, Makassar, justru memilih “atraksi” saling serang pada Minggu dini hari. Naas, aksi bentrokan yang diwarnai hujan batu hingga busur tersebut memakan korban jiwa.
Seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas setelah diterjang luka misterius yang diduga kuat akibat tembakan senjata api.
Luka Tembak Tembus dari Punggung ke Lengan
Usai bentrokan mereda, Pingky langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dijalaninya autopsi. Dari hasil pemeriksaan medis awal, petugas menemukan jejak luka yang menyisakan tanda tanya besar.
Terdapat luka berbentuk melingkar di punggung sebelah kiri korban yang menembus hingga ke lengan kanan bagian depan. Bentuk luka tersebut mengindikasikan kuat jejak lintasan peluru.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Haris, mengonfirmasi kondisi luka korban dan menyatakan pihak medis terus mendalami hasil autopsi guna memastikan jenis proyektil atau benda yang menyebabkan pendarahan fatal tersebut.
Disambut Hujan Busur saat Pembubaran
Sebelum jatuhnya korban jiwa, aparat kepolisian sebenarnya sudah berada di lokasi untuk membubarkan bentrokan. Namun alih-alih membubarkan diri, massa yang terbakar emosi justru “menyambut” kedatangan petugas dengan lemparan batu dan tembakan busur.
Situasi yang kian tak terkendali memaksa petugas melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara untuk mengurai kerumunan massa yang brutal.
Bidpropam Turun Tangan Periksa Personel
Kini, pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk mengurai benang kusut dalam peristiwa maut ini. Kepolisian tengah menyelidiki secara mendalam apakah “timah panas” yang merenggut nyawa Pingky berasal dari senjata aparat saat pembubaran atau berasal dari pihak lain di lokasi kejadian.
Selain menggelar olah TKP dan memeriksa saksi-saksi warga, Bidang Propam (Bidpropam) Polda Sulsel juga diterjunkan untuk memeriksa para personel yang bertugas di lapangan saat bentrokan terjadi.(syam)

















