NETSULSEL | Makassar, Sebagai upaya nyata melindungi kesehatan para pelajar dan tenaga pendidik dari ancaman sisa polusi udara, Kelurahan Bontoduri bersama pihak sekolah menggelar aksi pembagian ratusan lembar masker. Kegiatan sosial ini dipusatkan di Aula Handayani SLB Negeri 1 Makassar, Senin (20/10/2026).
Langkah preventif ini dilakukan menindaklanjuti program Pemerintah Kota Makassar yang telah dicanangkan sejak pekan lalu, menyusul kondisi udara yang sempat dikepung oleh sisa asap pekat mengandung partikulat berbahaya (PM 2,5). Asap sisa kebakaran hutan dari wilayah Kalimantan, Maluku, dan Papua tersebut dinilai masih tertinggal di udara bebas dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan pembagian masker tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Sudirman, S.Sos., dari Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate. Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Sekolah SLBN 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., serta didampingi juga oleh jajaran staf kelurahan serta Ketua RW 02 Kelurahan Bontoduri.
Kehadiran aparat pemerintah kelurahan dan pihak sekolah disambut dengan antusias oleh para siswa, guru, serta orang tua murid yang hadir di Aula Handayani. Ratusan masker berkualitas dibagikan secara langsung kepada siswa, guru, hingga orang tua siswa untuk memastikan perlindungan pernapasan yang optimal selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Lurah Sudirman menyampaikan bahwa pembagian masker ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat polusi udara kiriman.
”Kami ingin memastikan anak-anak kita di sekolah, khususnya di SLBN 1 Makassar, terlindungi dari potensi gangguan pernapasan akibat sisa-sisa polutan halus seperti PM 2,5 yang saat ini masih terbawa angin dari wilayah lain,” ujar Lurah Sudirman di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SLBN 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Kelurahan Bontoduri dan Pemerintah Kota Makassar atas kepedulian yang diberikan kepada warga sekolahnya.
”Kami, atas nama pihak sekolah, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lurah Bontoduri beserta jajaran dan Pemerintah Kota Makassar. Perhatian ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Dengan kondisi fisik dan kebutuhan khusus yang mereka miliki, pencegahan dini seperti ini sangat penting agar proses belajar mengajar tetap aman dan sehat,” ungkap Dr. Muhammad Nur.
Melalui pembagian ratusan lembar masker ini, diharapkan para siswa dan tenaga pendidik dapat terhindar dari dampak buruk sisa polusi udara berpolutan tinggi. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan saluran pernapasan. (henny)











