
NETSULSEL | Pangkep, Raung sirine armada pemadam kebakaran hari itu tak lagi menandai tuntasnya sebuah tugas kemanusiaan, melainkan awal dari duka yang menyayat hati bagi keluarga besar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkep. Rabu (30/9/2026) pagi, duka tersebut kian mengendap dalam setelah salah seorang petugas yang sempat berjuang dalam masa kritis, dinyatakan meninggal dunia.
Jamaluddin, atau yang akrab disapa Udin oleh kawan-kawan sejawatnya, menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 06.10 WITA di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Pusat di Makassar untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih spesifik, Udin sempat berjuang melewati rintihan sakit bersama rekan-rekannya di RSUD Batara Siang, Pangkep.
Dengan kepergian Udin, kini total tiga pahlawan kemanusiaan gugur dalam insiden tragis yang terjadi pada Selasa (29/9/2026) siang sekitar pukul 14.00 WITA kemarin.
Kala itu, armada yang mereka tumpangi tengah dipacu membelah jalur poros Pangkep–Barru merespons panggilan darurat kebakaran lahan kering. Di tengah niat tulus menyelamatkan ruang hidup masyarakat dari ancaman si jago merah, takdir berkata lain. Kendaraan dinas yang melaju kencang tersebut hilang kendali hingga terguling hebat di tepi jalan.
Dua rekannya, Ince Irwan dan Usman Hadi, telah lebih dulu mendahului, gugur seketika di lokasi kejadian akibat benturan keras. Kepergian Udin merapatkan barisan duka yang ditinggalkan para pejuang garis depan ini.
Saat ini, empat personel lainnya masih terbaring dan terus berjuang melintasi masa pemulihan dalam perawatan intensif tim medis RSUD Batara Siang. Luka fisik dan patah tulang yang mereka derita menjadi saksi bisu betapa besarnya risiko yang mereka pertaruhkan setiap kali sirine darurat dibunyikan.
Isak tangis dan rasa kehilangan menyelimuti rekan-rekan sejawat yang ditinggalkan. Langkah kaki para petugas yang biasanya sigap memegang selang air kini terasa berat diselimuti kesedihan mendalam.
”Kami begitu bersedih. Sudah tiga orang rekan kami yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan meninggalkan kami. Saat ini seluruh jajaran Damkar Pangkep berduka mendalam. Doa kami tak terputus untuk sisa empat personel yang masih dirawat agar segera diberikan kesembuhan,” tutur salah satu rekan korban dengan suara bergetar.
Gugurnya tiga petugas pemadam kebakaran Pangkep ini menjadi pengingat yang begitu membekas tentang ketulusan dan keberanian luar biasa. Di balik seragam tebal dan deru mesin pemadam, ada jiwa-jiwa mulia yang mempertaruhkan nyawa demi keselamatan sesama. (ita)














