NETSULSEL | Gowa, Aksi penganiayaan berdarah mengguncang warga Jalan Karaeng Makkawari, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (5/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA tadi. Seorang suami bernama Ansar (43) nekat menghabisi nyawa istrinya, Sariana (34), sebelum akhirnya tewas membakar diri.
Tragedi memilukan ini bermula saat situasi rumah mendadak mencekam di tengah malam. Pelaku ternyata terlebih dahulu mengunci ketiga anaknya yang masih di bawah umur di dalam sebuah kamar dari luar. Di dalam sekapan kamar yang terkunci rapat, ketiga anak tersebut terisolasi saat jeritan histeris sang ibu memecah keheningan malam, disusul suara pertengkaran hebat dan aksi penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam jenis badik.
Warga sekitar yang terbangun akibat mendengar teriakan histeris minta tolong dari arah dalam rumah segera menghubungi pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Somba Opu yang tiba di lokasi kejadian langsung bergerak cepat membebaskan ketiga anak tersebut dari dalam kamar sekapan. Mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan tanpa luka fisik.
Usai mengamankan anak-anak korban, polisi melakukan pemeriksaan mendalam dan menemukan Sariana (ibu ketiga anak tersebut) sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan dengan 27 luka tusukan di area rumah. Sementara itu, suaminya diduga pelaku ditemukan tewas mengenaskan di bagian dapur setelah menyiram seluruh tubuhnya menggunakan bensin dan membakar dirinya sendiri.
”Iya benar, kami dapat informasi masyarakat ada kejadian pertengkaran mengakibatkan korban meninggal dunia. Mereka suami istri,” kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Hambali.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengonfirmasi kekejaman aksi pelaku terhadap korban sebelum mengakhiri hidupnya.
”Korban perempuan meninggal dunia akibat luka tusukan sekitar 27 tusukan di bagian dada, punggung, dan lengan. Untuk suaminya meninggal ditemukan bunuh diri dengan cara membakar diri menggunakan bensin,” ungkap Hambali.
Hambali menambahkan, fokus utama saat personelnya mengamankan lokasi adalah menyelamatkan anak-anak yang terkurung di dalam rumah.
”Ketiga anaknya yang masih di bawah umur ditemukan dalam kondisi terkunci di dalam kamar rumahnya,” jelaskannya.
Sejauh ini, polisi belum mengungkap motif dan latar belakang penikaman tersebut dan penyebab suami isteri ini bertengkar hebat. Kedua jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses autopsi. Polisi juga menyita sebilah badik dari lokasi kejadian yang diduga kuat menjadi alat untuk menghabisi nyawa korban. Kasus ini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian. (irex)











