Dies Natalis ke-39 PNUP: Dorong Mahasiswa Vokasi Jadi Motor Penggerak Smart Farming dan Swasembada Pangan

Puncak perayaan Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) di Auditorium Kampus 2 Moncongloe, Maros, Senin (5/10/2026), menjadi panggung lahirnya semangat baru bagi dunia pendidikan vokasi. Di usia yang makin matang, PNUP menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mencetak lulusan, melainkan melahirkan generasi muda yang siap menjadi pahlawan ketahanan pangan bangsa.

NETSULSEL | Makassar| Puncak perayaan Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) di Auditorium Kampus 2 Moncongloe, Maros, Senin (5/10/2026), menjadi panggung lahirnya semangat baru bagi dunia pendidikan vokasi. Di usia yang makin matang, PNUP menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mencetak lulusan, melainkan melahirkan generasi muda yang siap menjadi pahlawan ketahanan pangan bangsa.

​Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, M.T., berlangsung khidmat. Momen berharga ini makin bergengsi dengan hadirnya Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Plt. Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Sulsel, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Peran Vokasi dan Hortikultura dalam Memperkuat Swasembada Pangan Nasional”.

​Di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi, Dr. Taufiq membakar semangat generasi muda vokasi. Ia menegaskan bahwa masa depan pangan Indonesia berada di tangan anak-anak muda berketerampilan tinggi yang menguasai teknologi modern.

​”Swasembada pangan bukan hanya soal sawah dan benih, tapi soal teknologi, hilirisasi, dan SDM. PNUP sebagai kampus vokasi memiliki peran strategis. Lulusan PNUP harus menjadi motor penggerak smart farming, hilirisasi hortikultura, dan kelembagaan ekonomi petani,” tegas Dr. Taufiq.

​Ia menambahkan, Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional membutuhkan ekosistem pertanian modern, salah satunya lewat program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). Program di lahan kering ini memerlukan kreativitas serta inovasi terapan dari para lulusan vokasi agar mampu menyokong ketahanan pangan Indonesia.

​Gagasan tersebut disambut hangat oleh Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. Menurutnya, pesan dari Kementan RI ini menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi seluruh civitas akademika di hari jadi kampus.

​”Orasi ilmiah ini menjadi kado istimewa Dies Natalis ke-39. Ini sejalan dengan semangat kami: PNUP Bertumbuh dan Berdampak Bagi Negeri. Kami siap mencetak lulusan yang mendukung penuh program swasembada pangan,” terang Prof. Rusdi Nur.

Keseruan perayaan Dies Natalis ke-39 PNUP sejatinya telah memancar sejak sehari sebelumnya. Pada Minggu (4/10/2026), ribuan peserta memadati area Pintu Gerbang Kampus 2 Moncongloe untuk mengikuti jalan santai. Gelak tawa dan kehangatan semakin terasa lewat aneka lomba rakyat mulai dari balap kepiting air, karaoke estafet, domino, hingga lomba mewarnai serta riuhnya tenant UMKM yang turut menggerakkan roda ekonomi kampus.

​Dihadiri oleh jajaran civitas akademika, alumni, mahasiswa, hingga mitra perbankan seperti BNI, BRI, dan BTN, Dies Natalis ke-39 PNUP ini membuktikan bahwa dari dalam kampus vokasi, lahir kolaborasi besar untuk membawa dampak nyata bagi Indonesia. (inka)