
NETSULSEL | Makassar, Pengurus DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode baru bergerak cepat membangun kolaborasi strategis dengan mitra perbankan demi mendongkrak akselerasi sektor perumahan di daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pertemuan silaturahmi sekaligus diskusi mendalam bersama jajaran manajemen bank pembiayaan perumahan di Makassar, Kamis (8/10).
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan REI Sulsel yang baru dilantik, antara lain H. Badris Salam (Ketua), A. Ridwan Jabir (Sekretaris), dan Andi Imran Rahmadi Putra YP (Bendahara), bersama jajaran pengurus strategis lainnya.
Dalam forum diskusi tersebut, Badris Salam menegaskan komitmen kepengurusannya untuk mengawal aspirasi seluruh anggota pengembang agar mendapatkan kemudahan dan pelayanan yang optimal di lapangan.
”Mohon saran dan masukan kepada kami agar seluruh anggota REI bisa terlayani dengan baik. Kami juga siap mengevaluasi anggota kami jika ada pelanggaran yang dilakukan,” tegas CEO Bumi Pundi Karsa tersebut.
Ia menambahkan, keterbukaan dari pihak perbankan sangat dibutuhkan apabila para pengembang menghadapi kendala operasional, sehingga solusi terbaik dapat segera ditemukan tanpa mengganggu proses pembangunan hunian bagi masyarakat.
Pertemuan strategis ini menghasilkan sejumlah poin penting terkait perbaikan ekosistem pembiayaan perumahan di Sulawesi Selatan, baik pada segmen subsidi maupun non-subsidi:
Realisasi Pembiayaan Positif: Penyaluran pembiayaan perumahan di wilayah ini menunjukkan Tren positif, di mana pencapaian dari Semester I hingga Semester III telah menembus angka 81 persen dari target yang ditetapkan.
Penyederhanaan Mekanisme Penyaluran: Disepakati adanya optimalisasi layanan melalui perbaikan mekanisme pencairan kredit serta penguatan proses operasional on-the-spot (OTS) untuk mengikis hambatan administratif, khususnya pada program rumah subsidi.
Perluasan Fasilitas Inden Komersial: Merespons aspirasi para pengembang, pihak perbankan memberikan perhatian khusus terkait perluasan akses fasilitas inden pada sektor rumah non-subsidi guna memperlancar ekspansi proyek perumahan di daerah.
Sinergi yang kian solid ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menempatkan para pengembang sebagai garda terdepan dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Sulawesi Selatan. (ita)
















