
NETSULSEL | Soppeng, Suasana duka dan kepanikan mendalam menyelimuti para pedagang Pasar Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, pasca insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan pusat perdagangan tradisional tersebut pada Sabtu malam tadi (24/10/26).
Berikut adalah laporan mendalam mengenai kronologi, dampak kerugian, dugaan penyebab, hingga langkah tanggap darurat dari pemerintah daerah beserta kutipan langsung dari narasumber terkait:
Uraian Kronologi Peristiwa
Kebakaran melanda Pasar Batu-Batu pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke berbagai blok bangunan kios akibat tiupan angin serta material bangunan yang mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi harus berjibaku selama beberapa jam hingga akhirnya api berhasil dikuasai.
Jumlah Lods Terbakar dan Estimasi Kerugian
Musibah ini memberikan pukulan telak bagi sektor perekonomian masyarakat di Kecamatan Marioriawa:
Lods Terdampak: Puluhan hingga ratusan unit lods dan lapak milik pedagang hangus rata dengan tanah.
Estimasi Kerugian: Total kerugian material yang diderita oleh para pedagang ditaksir mencapai miliaran rupiah karena sebagian besar barang dagangan tidak sempat dievakuasi.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan hasil penelusuran awal di tempat kejadian perkara, pihak berwenang menyampaikan dugaan kuat mengenai pemicu amukan si jago merah.
”Berdasarkan tinjauan awal dan laporan lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran di Pasar Batu-Batu ini adalah terjadinya korsleting listrik pada salah satu instalasi kios,” ujar AKP H. M. Nur, Kapolsek Marioriawa.
Langkah Cepat dan Respon Pemkab Soppeng
Pemerintah Kabupaten Soppeng langsung merespons cepat musibah ini dengan menerjunkan tim peninjau ke lokasi serta menyiapkan langkah-langkah pemulihan bagi para pedagang yang terdampak.
”Pemerintah Kabupaten Soppeng telah mengambil langkah nyata dengan meninjau langsung lokasi, mendirikan posko darurat, serta merumuskan skema relokasi bagi para pedagang yang terdampak agar roda perekonomian di Marioriawa dapat segera berputar kembali,” tegas Andi Tenri Sessu, Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng.
Sementara itu, perwakilan pedagang pasar, Haji Mappeare, mengungkapkan harapan besar para korban agar pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan kembali fasilitas pasar yang hancur.
”Kami sangat terpukul karena nyaris tidak ada barang yang tersisa. Kami berharap Pemkab Soppeng dapat segera membangun kembali lods-lods yang terbakar dan memberikan uluran tangan agar kami bisa kembali mencari nafkah,” ungkap Haji Mappeare, tokoh perwakilan pedagang Pasar Batu-Batu.
Saat ini, Pemkab Soppeng bersama pihak terkait terus memfokuskan penanganan pada pendataan kerugian secara rinci serta penyaluran bantuan darurat guna meringankan beban para korban kebakaran. (ekki)
















