NETSULSEL | Makassar, Aparat gabungan kepolisian dari Sat Resnarkoba Polrestabes Makassar yang diback-up oleh Dit Resnarkoba Polda Sulawesi Selatan menggerebek kawasan rawan narkotika di Kampung Bortak, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Jumat petang hingga malam. Penggerebekan berskala besar ini berhasil mengamankan 104 orang di lokasi, termasuk bandar, pengguna, serta barang bukti bernilai puluhan juta rupiah.
Menembus Benteng Baja dan Hujan Kayu
Operasi penindakan yang dilakukan secara mendadak ini sempat diwarnai ketegangan tinggi. Saat petugas merangsek masuk ke dalam kawasan perkampungan, para pelaku dan warga setempat langsung kabur menyelamatkan diri dengan berlarian di atas atap seng rumah-rumah warga. Tidak hanya itu, aparat di lapangan juga menghadapi perlawanan sengit berupa lemparan kayu dari para pelaku yang berupaya meloloskan diri.
Kawasan Kampung Bortak sendiri dikenal memiliki sistem pengamanan berlapis yang sengaja dibangun oleh sindikat narkoba untuk mengelabui aparat penegak hukum. Berdasarkan pantauan di lokasi, pintu-pintu rumah hingga gerbang utama akses masuk ke kampung ini dilengkapi dengan pengaman ekstra ketat berupa pintu besi baja serta lilitan kawat berduri. Petugas terpaksa menggunakan mesin gerinda untuk membongkar paksa pintu pagar besi baja tersebut agar tim gabungan dapat masuk ke jantung perkampungan.
Jejak Hitam Kampung Borta Sebagai Pusat Narkoba Legendaris.
Penggerebekan ini kembali membuka memori kolektif publik mengenai status Kampung Bortak (atau yang kerap diidentikkan dengan kawasan Kampung Sapiria/Bortak di Tallo) sebagai salah satu sarang peredaran narkotika paling legendaris dan berbahaya di Kota Makassar.
Catatan Kelam Masa Lalu: Sejak bertahun-tahun lalu, wilayah Tallo khususnya zona Bortak dan
Sapiria telah diidentifikasi oleh aparat sebagai pusat transaksi gelap narkoba jaringan lokal hingga
antarprovinsi. Karakteristik wilayah ini terkenal tertutup, di mana para bandar kerap membangun
benteng pertahanan fisik mulai dari tembok tinggi hingga gerbang baja untuk membatasi akses
aparat. Meskipun polisi berulang kali melakukan penindakan dan merobohkan tembok-tembok isolasi
tersebut, sindikat narkoba kerap membangunnya kembali demi mempertahankan bisnis haram mereka yang bernilai miliaran rupiah.
Keberadaan loket-loket penjualan sabu berbenteng baja di kampung ini menunjukkan betapa terstrukturnya sindikat narkotika beroperasi di sana, menjadikan wilayah ini bagaikan “negara dalam negara” sebelum akhirnya digempur habis-habisan oleh ratusan personel gabungan.
104 Orang Diamankan, Positif Narkoba Dominasi
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, saat memberikan keterangan resmi pada Jumat malam, mengungkapkan bahwa operasi gabungan ini melibatkan kekuatan penuh sebanyak 80 personel Polrestabes Makassar dan 25 personel Dit Resnarkoba Polda Sulsel atas atensi khusus.
Total Diamankan: 104 orang (terdiri dari 3 orang bandar dan 101 pengguna/pengedar).
Hasil Tes Urine: 98 orang dinyatakan positif mengandung methamphetamine (sabu), sementara 6 orang lainnya dinyatakan negatif.
Barang Bukti Utama: Sabu seberat 10 gram, uang tunai hasil penjualan senilai Rp49.600.000, 104 botol bong (alat isap), 2 buah timbangan digital, 26 unit telepon genggam, ratusan saset plastik kosong, serta pintu baja loket transaksi.
“Kampung Sapiria Bortak di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui peredaran narkoba di
sana cukup besar. Sehingga rekan-rekan tahu di sana pernah membuat tembok dengan pintu yang
pernah kita robohkan dan kini dibangun kembali… Dengan kekuatan 105 personel gabungan, kami
melakukan penggerebekan secara bersama-sama dengan hasil didapatkan kurang lebih 104 orang
tersangka… 98 positif urinenya dan 6 orang negatif langsung dipulangkan untuk pemeriksaan lebih
lanjut.” kata Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif serta pengembangan mendalam terhadap 98 orang tersangka yang terbukti positif menggunakan narkoba guna memutus rantai jaringan bandar besar di balik benteng baja Kampung Bortak. (ita)

















