Tawuran Pecah Dini Hari di Makassar, Dua Kelompok Warga Terlibat hingga Satu Nyawa Melayang

tawuran dinihari, menewaskan satu orang karena dianiaya dengan kekerasan

NETSULSEL | Makassar, Situasi keamanan di Kota Makassar kembali tercoreng oleh aksi kekerasan komunal. Dua kelompok warga dilaporkan terlibat tawuran berdarah yang pecah di tengah malam pada Kamis (15/10/2026) sekira pukul 01.30 WITA dini hari. Akibat insiden maut tersebut, satu orang dilaporkan tewas di tempat akibat luka senjata tajam.

​Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bentrokan antarwarga yang merenggut nyawa tersebut.

​”Benar terjadi tawuran dua kelompok warga,” ungkap AKP Jafar kepada awak media, Kamis pagi.

​Berdasarkan data sementara pihak kepolisian, bentrokan melibatkan dua kelompok warga setempat, yakni kelompok Kokolo Jia melawan kelompok Rajawali. Ketegangan yang berujung pada aksi saling serang ini diduga melibatkan penggunaan senjata tajam.

​Nahasnya, seorang korban jiwa jatuh dari salah satu kubu yang bertikai. “Korban yang tewas ini dari kelompok Kokolo Jia, mengalami luka akibat terkena tebasan senjata tajam,” ucap AKP Jafar singkat.

​Respons Cepat Kepolisian: Turunkan Tim Gabungan
​Mendapat laporan adanya bentrokan massal yang membahayakan keselamatan umum, aparat kepolisian tidak tinggal diam. Tim gabungan dari berbagai kesatuan langsung dikerahkan secara cepat ke lokasi kejadian untuk meredam situasi dan mencegah aksi susulan.

​Personel gabungan yang diterjunkan terdiri atas:

​Anggota Polsek Mariso

​Unit Reaksi Cepat (URC) Reskrim Polrestabes Makassar

​Satuan Sabhara Polrestabes Makassar

​Tim Opsnal Intel Polrestabes Makassar

​Setibanya di lokasi, petugas langsung membubarkan massa, melakukan penyisiran, serta mengamankan area agar kembali kondusif.

​Imbauan Tegas Polrestabes Makassar
​Pasca-insiden berdarah ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi kejadian, untuk tidak mudah terpancing emosi, provokasi, atau melakukan tindakan aksi balas dendam.

​”Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum serta penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tegas AKP Jafar.

​Saat ini, aparat kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Tim penyidik juga tengah memburu para pelaku yang terlibat langsung dalam penganiayaan hingga menyebabkan korban jiwa.

​Bagaimana evaluasi keamanan lingkungan tempat tinggal Anda untuk mengantisipasi potensi konflik sosial seperti ini? (syam)

​