NETSULSEL | Makassar, Aksi tawuran atau perang kelompok kembali mencoreng keamanan dan ketertiban di Kota Makassar Minggu malam tembus dinihari tadi. Warga di kawasan Bara-Baraya Induk, Kecamatan Makassar, harus dibuat resah dan tegang setelah dua kelompok pemuda terlibat bentrokan hebat hingga dua kali dalam satu malam, Minggu (18/10/2026) dini hari.
Berdasarkan data yang dihimpun, bentrokan melibatkan kelompok Antobar melawan kelompok Bara-Baraya Induk. Ironisnya, eskalasi ketegangan terjadi dalam dua gelombang: tawuran pertama pecah sekira pukul 23.30 WITA, yang kemudian berlanjut pada gelombang kedua menjelang subuh, yakni sekira pukul 03.55 WITA.
Aksi meresahkan ini sontak memicu gerak cepat aparat gabungan dari Tim Reskrim Polsek Makassar, Tim Gabungan Trisula, bersama Patmor Polda Sulsel yang langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa.
Emak-Emak Sempat Halangi Petugas, 5 “Pasukan Bantuan” Diciduk
Situasi di lapangan sempat diwarnai ketegangan dramatis. Saat Tim Gabungan melakukan penyisiran dan hendak mengamankan para pelaku tawuran dari kelompok Antobar, sejumlah emak-emak dilaporkan sempat menghalangi petugas. Menghindari gesekan yang lebih luas di tengah permukiman warga, petugas memilih untuk mundur sejenak sebelum akhirnya berhasil menguasai situasi.

Ps Panit Opsnal Polsek Makassar, Aiptu Muhammad Rais, membenarkan insiden berulang yang mengusik istirahat malam warga tersebut.
“Betul ada tawuran di Bara-Baraya sudah dua kali dalam semalam,” ungkap Aiptu Muhammad Rais saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2026) pagi.
Dalam operasi penyisiran dan penindakan tersebut, polisi sukses mengamankan lima orang pemuda. Berdasarkan hasil interogasi awal, kelima remaja tersebut diketahui bukan warga setempat, melainkan “pasukan bantuan” yang sengaja datang dari luar daerah—wilayah Kabupaten Gowa—untuk memperkuat salah satu kelompok yang bertikai.
”Lima orang kita amankan dalam tawuran tadi. Dugaan sementara, kelima orang yang diamankan ini merupakan bantuan dari salah satu kelompok yang terlibat tawuran dari Gowa,” tegas Rais.
Dari tangan kelima pemuda tersebut, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berbahaya berupa satu buah ketapel serta dua buah anak busur (panah) yang siap digunakan dalam bentrokan.
Bayang-bayang Ketegangan Antar-Wilayah dan Respon Aparat
Keresahan warga Kota Makassar tampaknya tengah diuji dalam beberapa waktu terakhir. Selain di Bara-Baraya, bayang-bayang ketegangan serupa juga sempat membayangi kawasan Jalan Rajawali akibat gesekan antara kelompok Kokolojia dan kelompok Rajawali Lorong. Situasi tersebut memaksa aparat gabungan TNI-Polri disiagakan sepanjang malam demi meredam potensi konflik susulan.
Hingga saat ini, kelima pemuda yang diamankan dari insiden Bara-Baraya telah digelandang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif mendalam di balik pengerahan massa tersebut.
Sementara itu, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang telanjur resah, pihak kepolisian memastikan bahwa personel gabungan masih terus disiagakan di lokasi kejadian dengan mengintensifkan patroli rutin guna menutup celah terjadinya perang kelompok susulan. (ita/syam)

















