
NETSULSEL | Makassar, Paggung seni dan hiburan Kota Makassar mendadak bergemuruh dan dipenuhi energi positif. Komunitas musisi The Cakras Indonesiasukses menggelar malam perhelatan akbar bertajuk launching album dan single dari tiga band ternama di Kota Makassar.
Acara yang dipusatkan di D’Liquid Hotel Claro Makassar pada Minggu malam, mulai pukul 19.30 WITA hingga 24.00 WITA, ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga wujud nyata kebangkitan solidaritas dan kreativitas musisi lokal di kancah permusikan Tanah Air.
Rumah Bersama Musisi Makassar: Dari Solidaritas Menuju Karya Orisinal
The Cakras Indonesia lahir dari buah pertemanan dan obrolan panjang selama kurang lebih lima tahun di antara para pelakunya. Berawal dari wadah silaturahmi, komunitas ini berkembang menjadi rumah bagi sekitar 50 musisi aktif di Makassar mulai dari musisi muda berbakat hingga para senior.
Selain sebagai wadah kolaborasi, The Cakras Indonesia juga menaungi sebuah band bergenre alternative rock dengan nama yang lekat dengan komunitasnya, yakni The Cakras Band. Nama “Cakra” sendiri diambil dari filosofi kedisiplinan ala militer, yang menuntut ketegasan, arah, dan tujuan yang jelas dalam berkarya.
”Setiap latihan kita harus disiplin. Karena tanpa kedisiplinan dan komitmen yang kuat, sebuah karya seni tidak akan pernah bisa selesai dengan sempurna,” ungkap Founding Fathers di balik pendirian The Cakras Indonesia, Cakra, di sela-sela acara.
Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang marak digunakan dalam industri musik instan saat ini, The Cakras Band tetap teguh mempertahankan marwah orisinalitas karya manusia. “Seluruh lirik dan aransement nada murni lahir dari pemikiran, keringat, dan idealisme para personelya” tambah Cakra

Tiga Band, Tiga Karakter, dan Single Terbaru yang Menghentak Panggung
Malam puncak perhelatan di D’Liquid Claro semakin meriah dengan peluncuran karya terbaru dari tiga band unggulan yang dibina dan difasilitasi oleh The Cakras Indonesia. Suasana hall langsung membara ketika penampilan demi penampilan disajikan secara energik:
The Cakras Band (Alternative Rock): Tampil menggebrak dengan membawakan dua single andalan terbaru mereka yang bertajuk “Harus Mau” dan “Lelaki Kuat”. Lagu-lagu ini menyuguhkan warna musik modern pop-rock berkarakter kuat yang langsung mencuri perhatian penikmat musik rock di Makassar.
Yelix Band (Pop Romantis): Membawa nuansa yang lebih syahdu namun tetap energik, Ylix meluncurkan single terbarunya berjudul “Camidu”. Alunan musik bergenre romantis ini berhasil membuat penonton ikut bernyanyi bersama.
Sugar Daddy Band (Band Jenaka / Entertainment): Menghadirkan warna hiburan yang segar dan interaktif khas panggung kafe di Makassar. Sugar Daddy memperkenalkan single terbaru mereka yang berjudul “Taletalekang”, sukses mengocok perut sekaligus menghidupkan suasana ruangan.

Kedua band pembuka (Ylix dan Sugar Daddy) sukses menghentak panggung di bawah sorotan lampu hall D’Liquid Claro, membuat penonton tak hanya ikut berdendang melainkan terbawa suasana hingga menggoyangkan kaki menikmati irama.
Aksi Spektakuler 9 Master Gitaris Makassar
Tak kalah memukau, perhelatan akbar ini juga dirangkaikan dengan atraksi gitaris seru yang menampilkan performa memukau dari sembilan master gitaris Kota Makassar. Kehadiran para maestro gitar lokal seperti Om Tony, Om Ilho, Om Wardy Slash, Om Weldy, dan rekan-rekan lainnya berhasil membius para penonton yang memadati area sekitar panggung. Kolaborasi antargenerasi ini memperlihatkan betapa kayanya talenta musisi yang dimiliki oleh Kota Daeng.
Ketua Panitia Event Musik Makassar sekaligus Vocalis The Cakras Band, Ambie mengaku tak menyangka jika kolaborasi pementasan malam ini sangat epektakuler yang diapresiasi besar oleh musisi makassar, “ini sebuah kesyukuran karena terus terang, rencana launching ini sudah kita gagas sejak awal Cakra dibentuk 5 tahun lalu. Tiga rencana sebelumnya gagal karena berbagai hambatan seperti bencana kebakaran hutan, dimana asapnya akan mengganggu jalannya event musiknya.” katanya
Mantan vocalis Loe Joe Band ini juga mengungkapkan apresiasinya kepada musisi kota makassar yang bersedia meluangkan waktu meramaikan event musik ini ditengah-tengah kegelisahan mereka terhadap minimnya apresiasi publik atas karya musik anak-anak makassar.
Harapan Besar untuk Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Acara peluncuran yang turut dihadiri oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Makassar ini membawa misi mulia: memperkenalkan karya nyata musisi lokal agar ke depan bisa lebih dilirik oleh pemerintah maupun promotor event besar. Pemerintah kota Makassar melalui Dinas parawisata berkomitmen akan mewadahi karya musisi lokal dibanyak momentum pemerintah kelak.
Komunitas berharap, apabila ada artis atau musisi luar kota yang menggelar konser di Makassar, musisi lokal yang memiliki karya orisinal dapat diberikan ruang dan kesempatan untuk bergabung dalam perhelatan berskala nasional maupun lokal tersebut.
Berhasil melewati berbagai tantangan persiapan termasuk pertimbangan matang untuk memindahkan lokasi acara ke indoor demi menjaga kesehatan para musisi dan penonton dari polusi asap malam launching The Cakras Indonesia membuktikan bahwa kreativitas pemuda Makassar tidak pernah padam, melainkan terus menyala di panggung utama industri musik Indonesia.(ita)










