Pembegal Dengan Kekerasan Diringkus Polsekta Rappocini, 2 Pembegal dibekuk Tanpa Daya

Pelarian dua pemuda pelaku pencurian dengan kekerasan (cagok/begal) di kawasan Jalan Hertasning, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, terhenti di tangan pihak kepolisian. Tim Opsnal Reskrim Polsek Rappocini sukses mengandangkan para pelaku usai melakukan aksi penadangan dan penganiayaan terhadap pengendara motor yang melintas.

NETSULSEL | Makassar,Pelarian dua pemuda pelaku pencurian dengan kekerasan (cagok/begal) di kawasan Jalan Hertasning, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, terhenti di tangan pihak kepolisian. Tim Opsnal Reskrim Polsek Rappocini sukses mengandangkan para pelaku usai melakukan aksi penadangan dan penganiayaan terhadap pengendara motor yang melintas.

​Dua pelaku yang berhasil diciduk masing-masing berinisial AR (17) dan AL (19). Keduanya dibekuk petugas pada Jumat (28/8/2026) sekira pukul 06.30 WITA, tak jauh dari lokasi aksi kejahatan mereka di kawasan Jalan Hertasning.

​Penangkapan dipimpin langsung oleh Panit 1 Opsnal IPDA Suprianto, S.Sos., setelah melakukan perburuan intensif berdasarkan laporan resmi dari pihak korban. ​Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Muh. Ali Djaras, S.H., M.H., membeberkan kronologi peristiwa mencekam yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA tersebut. Saat itu, korban bersama dua rekannya tengah berboncengan melintas dari arah Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar.

​”Saat melintas di Jalan Hertasning, tepatnya di jembatan depan pasar, kendaraan korban tiba-tiba dihadang oleh sekelompok pemuda yang berjalan kaki,” ujar Iptu Ali Djaras.

​Tanpa basa-basi, komplotan pelaku langsung menendang motor korban hingga tersungkur ke aspal. Begitu korban tak berdaya, para pelaku beraksi merampas ponsel milik korban dan melancarkan aksi penganiayaan. Akibat insiden ini, korban menderita kerugian materiil sebesar Rp1,7 juta dan luka-luka akibat hantaman benda tumpul.

Pengakuan Pelaku, Korban Dipukuli Usai Jatuh dari Motor
​Menerima laporan korban, Kapolsek Rappocini Kompol Ismail, S.E., M.M., langsung menerjunkan Tim Opsnal untuk mengendus keberadaan para pelaku. Petunjuk dari keterangan korban menjadi kunci utama polisi menyergap AR dan AL tanpa perlawanan pada Jumat pagi.

​Dari hasil interogasi di Mapolsek Rappocini, kedua pelaku tak mampu mengelak. AR mengakui ikut memukuli korban yang sudah tergeletak di jalan raya usai dijatuhkan dari sepeda motor. Sementara itu, AL mengamini telah melayangkan tinjunya ke arah wajah korban. “Pelaku AL mengaku memukul korban sebanyak satu kali menggunakan kepalan tangan,” jelas Kanit Reskrim.

Polisi Buru Komplotan Lain
​Penyidikan tak berhenti di dua nama. Dari hasil pemeriksaan maraton, AR dan AL berkicau menyebutkan sejumlah nama rekan mereka yang turut terlibat dalam aksi begal tersebut.

​Kapolsek Rappocini Kompol Ismail menegaskan bahwa jajarannya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap anggota komplotan lainnya yang masih buron.

​”Kami masih melacak dan memburu pelaku lain yang terlibat. Kasus ini akan kami usut tuntas dan diproses tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kompol Ismail.

​Guna mencegah kejadian serupa, Kompol Ismail mengimbau warga Kota Makassar—khususnya para pengguna jalan yang terpaksa beraktivitas pada dini hari untuk selalu waspada dan menghindari jalur-jalur rawan kejahatan jalanan. Masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat potensi gangguan kamtibmas. (syam)