
NETSULSEL | Makassar, Perayaan hari jadi sebuah kota seringkali identik dengan kemegahan seremonial. Namun, di usianya yang ke-419 tahun, Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah yang jauh lebih bermakna. Selama sebulan penuh, mulai 31 Oktober hingga 29 November 2026, perayaan HUT ke-419 ini disulap menjadi gerakan kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan ruang kolaborasi yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.
Arah Baru: Dari Seremoni Menuju Manfaat Nyata
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan dikomandoi oleh Kadiskominfo sekaligus Ketua Panitia Muhammad Roem, perayaan ini membawa pesan kuat bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan secara langsung oleh warganya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan agar seluruh rangkaian kegiatan HUT tahun ini tidak terjebak dalam seremoni semata:
”Sebaliknya, setiap agenda diharapkan mampu memperluas akses pelayanan publik, melibatkan masyarakat secara aktif, serta menggerakkan perekonomian lokal.”
Senada dengan hal tersebet, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar sekaligus Ketua Panitia HUT ke-419, Muhammad Roem, mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja mereduksi agenda seremonial demi memperbanyak program kerakyatan
”Pesan Bapak Wali Kota, kegiatan HUT Kota ini harus berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, kita mengurangi kegiatan yang sifatnya seremonial dan memperbanyak agenda yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.” katanya
Merajut Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial dan Kemanusiaan
Mengusung semangat kebersamaan, perayaan tahun ini dirancang merata dan inklusif untuk menjawab kebutuhan dasar warga:
Bedah 419 Rumah: Perbaikan hunian tidak layak huni oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bagi ratusan warga.
Nikah Massal Gratis: Fasilitas pernikahan bagi 210 pasangan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial.
Layanan Kesehatan Menyeluruh: Pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, donor darah sukarela tingkat RT/RW, hingga operasi bibir sumbing di RSUD Daya.
Kado Spesial Bayi Lahir 9 November: Kejutan dokumen kependudukan lengkap (termasuk akta kelahiran) bagi bayi yang lahir bertepatan dengan hari jadi kota.
Menggerakkan Ekonomi Lokal dan Ruang Kreatif Warga
Makassar Great Sale: Kolaborasi bersama APPBI Sulsel di delapan pusat perbelanjaan untuk mendongkrak daya beli masyarakat.
Festival Muara: Puncak acara pada 28–29 November 2026 yang mempertemukan seniman, budayawan, dan pelaku UMKM.
Inovasi Paspor Kependudukan MCH: Buku edisi terbatas di Makassar Creative Hub (MCH) di mana warga dapat mengumpulkan stempel dari berbagai titik perayaan berhadiah undian menarik.
Kemudahan Perizinan & Layanan Publik: Mobil “Sahabat Usaha” DPMPTSP dan klinik pertanahan yang proaktif mendatangi warga di kecamatan.
Empati di Tengah Solidaritas Kebangsaan
Ada pembeda yang sarat makna pada perayaan tahun ini. Menyadari berbagai ujian bencana alam dan kebakaran hutan di tanah air, Pemkot Makassar memilih mengemas Sidang Paripurna DPRD pada 9 November 2026 secara lebih khidmat dan sederhana.
”Konsepnya sederhana, melalui sidang paripurna sebagai bentuk empati terhadap kondisi yang terjadi di Indonesia. Namun, rangkaian kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat tetap berjalan sepanjang November.” pungkas Muhammad Roem. (istimewa)
















