Solusi Kemacetan Makassar, Pemkot Siapkan Gedung Parkir Percontohan Modern

ilustrasi parkir bertingkat modern dan praktis.

NETSULSEL | Makassar,  ​Wajah tata kelola perkotaan di Kota Makassar bersiap menghadapi babak baru yang lebih modern dan tertib. Di bawah komando Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota melalui Perumda Parkir Makassar Raya bergerak cepat merumuskan solusi konkret untuk mengurai kemacetan serta mengatasi praktik parkir liar yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Langkah visioner ini tidak sekadar berfokus pada penertiban di jalanan, melainkan menghadirkan infrastruktur terintegrasi yang berpusat di kawasan-kawasan strategis seperti Jalan Boulevard, Panakkukang, hingga Karebosi.

​Komitmen kuat Pemkot Makassar tersebut terungkap dalam pertemuan antara Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), dan Wali Kota Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar. Dalam pemaparannya, ARA menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang tengah digodok adalah pembangunan gedung parkir khusus roda dua di Jalan Boulevard, tepatnya di samping Hotel Denpasar. Konsep inovatif ini dirancang dengan merevitalisasi ruko eksisting menjadi gedung parkir dua lantai, di mana area atas difungsikan sebagai kantong kendaraan demi mengembalikan fungsi ruang publik dan kelancaran arus lalu lintas.

​“Salah satu rencana yang kita usulkan ialah pembangunan gedung parkir khusus kendaraan roda dua di Jalan Boulevard, tepatnya di samping Hotel Denpasar. Jika terealisasi, gedung parkir ini kita harapkan dapat mengurangi parkir di badan jalan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendukung penataan kawasan bisnis perkotaan,” jelas ARA.

Selain kawasan Boulevard dan Panakkukang yang juga akan dipercantik melalui penataan median jalan serta penyediaan kantong parkir pendukung Car Free Day (CFD) di Jalan A.P. Pettarani, perhatian serius turut diberikan pada jantung kota di kawasan Karebosi. Dikelilingi oleh pusat perdagangan, kuliner, dan perkantoran, kawasan Karebosi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi simpul perparkiran modern berbasis sistem elektronik guna mendongkrak mobilitas warga sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Guna memastikan keberhasilan program jangka panjang ini, Perumda Parkir tidak bekerja sendiri melainkan menggandeng lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum. Seluruh aspek mulai dari legalitas aset, kelayakan finansial, analisis teknis, hingga perizinan tengah dikaji secara matang melalui dokumen proposal dan studi kelayakan yang komprehensil. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar matang, terukur, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kenyamanan masyarakat kota.

​Melalui terobosan gemilang ini, Pemerintah Kota Makassar membuktikan bahwa penataan tata ruang dan perparkiran dapat diselesaikan secara humanis, terpadu, dan solutif. Warga kini dapat menaruh harapan besar pada masa depan kota yang lebih rapi, bebas dari kemacetan akibat bahu jalan yang alih fungsi, serta ramah bagi pejalan kaki dan pengendara. Langkah ini menjadi momentum penting kebangkitan Makassar menuju kota metropolitan yang tertib, modern, dan berdaya saing tinggi.(kiki)