Gempur Teror Geng Motor Yang Mencekam dikota Makassar, Polrestabes Amankan 352 Kendaraan Bermasalah

motor yang disita POlrestabes Makassar saat ini masih dinadangkan di halaman mabes Polrestabes Kota makassar.

NETSULSEL | Makassar, Aksi kekerasan dan teror geng motor yang menciptakan suasana mencekam di Kota Makassar selama dua bulan terakhir direspons tegas oleh aparat kepolisian. Langkah sweeping dan penindakan masif digencarkan untuk menekan ruang gerak kelompok yang meresahkan warga tersebut.

​Puncaknya, Polrestabes Makassar menggelar operasi penangkapan skala besar yang menyasar kendaraan bermotor tidak standar dan bermasalah. Langkah ini diambil usai maraknya aksi kejahatan jalanan, termasuk insiden nefarius di mana pengendara nekad menabrak dan melukai anggota kepolisian demi melarikan diri dari razia petugas.

​Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan bahwa penindakan intensif ini merupakan langkah nyata untuk meredam kejahatan jalanan dan kenakalan remaja yang kian berani.

​”Penindakan ini dilakukan bersama-sama oleh tim lintas fungsi, mulai dari Sabhara, Satlantas, hingga Intelijen setiap harinya selama sepekan terakhir,” ujar Kombes Pol Arya Perdana saat konferensi pers di halaman Polrestabes Makassar, Kamis (8/10/2026), didampingi Kasat Lantas AKBP Siska Dwimarita Susanti.

​352 Kendaraan Disita, Knalpot Brong Mendominasi
​Dalam operasi penertiban tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 352 unit kendaraan, terdiri dari 340 unit roda dua dan 12 unit roda empat. Sebagian besar kendaraan tersebut dikendarai oleh remaja dan anak di bawah umur.

​Adapun rincian pelanggaran yang ditindak meliputi:

​245 unit menggunakan knalpot brong (bising).

​73 pelanggaran tidak menggunakan helm.

​34 pelanggaran terkait Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang tidak sesuai/fiktif.

​”Untuk kendaraan yang menggunakan knalpot brong, langsung kami copot perangkatnya di tempat dan disita sebagai barang bukti. Suara bising ini kerap dipakai untuk memicu provokasi di jalan raya,” jelas Arya.

​Polisi Ditabrak Pelaku Saat Razia
​Ketegangan di lapangan sempat mewarnai gelaran razia tersebut. Kapolrestabes mengungkapkan salah satu anggotanya menjadi korban penabrakan oleh oknum pengendara yang berupaya meloloskan diri dari penghadangan petugas.

​”Satu anggota polisi ditabrak oleh pengendara yang hendak kabur dari razia. Ini menunjukkan betapa nekadnya mereka, sehingga tindakan tegas di lapangan sangat diperlukan,” tegasnya.

​Motor Ditahan, Orang Tua Dimbau Aktif Mengawasi
​Polrestabes Makassar memastikan seluruh kendaraan yang disita saat ini ditahan dan tidak bisa langsung diambil oleh pemiliknya. Proses hukum dan penindakan administratif masih terus berjalan untuk memberikan efek jera.

​Langkah tegas ini diharapkan mampu memutus rantai aksi geng motor serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Kota Makassar. Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama yang belum cukup umur untuk membawa kendaraan bermotor di jalan raya.