NETSULSEL | Makassar, Laporan panik terkait dugaan penculikan dan penyekapan anak di bawah umur yang diterima Polsek Manggala pada Selasa dini hari (25/8) berakhir dengan kejutan menggelitik. Korban yang dilaporkan hilang bagai ditelan bumi ternyata ditemukan dalam kondisi segar bugar, sedang asyik double date di rumah sang kekasih.
Penyergapan yang dipimpin oleh Kanit Intelkam Polsek Manggala, IPTU Ronny B. Sokabla, bermula dari laporan keluarga yang panik luar biasa. Sang anak, seorang siswi SMP berusia 14 tahun, sebelumnya berpamitan keluar rumah dengan alasan mulia, menjenguk temannya yang mengalami kecelakaan.
Namun, hingga larut malam, sang anak tak kunjung pulang dan sulit dihubungi, memicu dugaan bahwa ia telah menjadi korban penyekapan oleh kelompok tak dikenal.
Operasi “Penyelamatan” Pukul 01.40 WITA
Menanggapi laporan darurat tersebut, personel gabungan langsung bergerak cepat menyisir lokasi keberadaan korban di Jalan Tamangapa Raya 5, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Petugas yang sudah bersiap menghadapi situasi kritis justru dibuat menepok jidat saat mendapati kondisi di dalam rumah. Bukan rantai, ikatan tali, atau sekapan ruangan gelap yang ditemukan, melainkan suasana hangat dua pasangan muda-mudi yang tengah kopi darat dengan santainya.
”Dari hasil pemeriksaan awal, kami memastikan tidak ditemukan adanya tindakan penyekapan maupun tanda-tanda kekerasan pada korban. Anak tersebut berada dalam keadaan aman,” ujar petugas di lapangan.
Rumah yang sempat disangka sebagai “sarang penyekapan” tersebut rupanya merupakan kediaman dua pria bersaudara, di mana salah satunya adalah kekasih dari remaja tersebut. Alibi “menjenguk teman kecelakaan” pun resmi patah yang kecelakaan rupanya hanyalah rasa jujur si anak demi bisa berkunjung ke rumah pacar hingga dini hari.
Dari Drama Penyekapan Berujung Laporan PPA
Meski tuduhan penyekapan resmi gugur dan terbukti hanya drama alibi fiktif, kisah cinta monyet ini tidak berakhir bahagia begitu saja bagi sang pacar.
Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengonfirmasi bahwa seluruh pihak yang berada di lokasi langsung diangkut ke Mako Polsek Manggala untuk pemeriksaan lebih lanjut. Orang tua korban yang telanjur syok dan emosi emosional menolak tinggal diam. Mereka resmi melayangkan laporan atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.
”Laporan awal terkait penyekapan memang tidak terbukti. Namun, berdasarkan perkembangan pemeriksaan dan laporan resmi dari pihak keluarga, perkara ini kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar,” tegas Kompol Semuel To’longan.
Kini, pemuda yang tadinya disangka “dalang penyekapan” harus benar-benar merasakan dinginnya ruang tahanan yang sesungguhnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.(syam)

















