
NETSULSEL | Makassar, Penerbitan Kampus (PK) identitas Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali meraih penghargaan Gold Winner untuk kategori Majalah Mahasiswa Terbaik dalam kategori Indonesia Student Media Awards (ISMA) 2026, Serikat Perusahaan Pers (SPS). Pemberian penghargaan itu berlangsung di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (6/11).
Ketua Penyunting PK identitas Unhas, Dr Ahmad Bahar ST MSi menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan posisi identitas sebagai salah satu rujukan media pers mahasiswa, khususnya dalam penerbitan majalah. Ia menilai, konten unggulan yang dihadirkan identitas, seperti hasil riset dan laporan khusus seputar Unhas, perlu terus dikembangkan.
Pria yang akrab disapa Abe itu mengatakan, laporan investigasi dan isu-isu aktual yang diangkat identitas dapat menjadi bahan masukan bagi universitas dalam menentukan kebijakan. Ia berharap, ke depannya identitas dapat lebih banyak menghadirkan laporan khusus yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak luas bagi masyarakat.
“Majalah identitas itu yang agak spesial adalah hasil-hasil riset unggul yang dimunculkan. Kemudian laporan-laporan khusus yang selalu up to date terkait kasus-kasus yang ada di Unhas yang perlu diinvestigasi sehingga itu menjadi bahan masukan bagi perguruan tinggi,” ungkapnya.
Redaktur Pelaksana Identitas Unhas, Ismail Basri, menilai penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja kolektif kru yang mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menerbitkan majalah triwulanan. Menurutnya, capaian ini juga menandai upaya Identitas dalam mempertahankan eksistensinya sebagai pers mahasiswa di tengah digitalisasi media.
“Kemenangan ini juga menjadi salah satu tanda, identitas terus bertumbuh dan berupaya menjaga eksistensinya sebagai media pers yang dikelola oleh mahasiswa. Karena di tengah perubahan lanskap media yang semakin digital, kami melihat majalah tetap memiliki ruang dan relevansi tersendiri,” tuturnya.
Ismail berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh kru untuk terus meningkatkan kualitas produk jurnalistik identitas. Peningkatan tersebut mencakup kedalaman substansi, ketajaman gagasan, hingga kreativitas dalam penyajian karya jurnalistik. (ist)
















