NETSULSEL | Bone, Sejak Jumat (12/06/26) siang hingga naskah ini disusun, masyarakat di Kota Watampone kembali ribut. Ribut soal kabar Buku Bioghrapy Bupati Kabupaten Bone berjudul “BupASS, Jalan Pengabdian” yang berisi tentang perjalanan hidup pemimpin nomor satu daerah ini, dijual paksa kepada kepala sekolah disemua sekolah didaerah itu.

Ada ribuan eksemplar buku dan setiap sekolah diwajibkan membeli buku tersebut dengan harga yang dipatok senilai Rp.110,000 per eksemplarnya. Kabar ini memantik pehatian dan menjelma menjadi diskusi panas diruang-ruang maya, karena menganggap menjual buku tersebut kesekolah bukanlah kewajiban sekolah untuk membelinya.
“ini bukan buku pelajaran, yang mewajibkan anak-anak mempelajarinya, menjual buku disekolah ada mekanisme yang mengatur. Beda kalau buku tersebut dihibahkan untuk disimpan diperpustakaan sekolah” kata Muhawas dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Latenritatta.

Muhawwas menerangkan, ia telah menelusuri kabar penjualan buku ini, dan menemukan adanya perintah salah satu oknum pejabat dinas pendidikan yang mewajibkan setiap kepala sekolah memiliki buku tersebut. Perintah ini disampaikan melalui wadah K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah). Ia mengaku mendapatkan sumber dari sejumlah kepela sekolah, aparat desa dan pendamping desa.

Muhawas juga tak menampik jika dalam penelusuran tersebut, mengaku tak menemukan adanya perintah resmi lansung dari Pemerintah Kabupaten Bone yang mewajibkan membeli buku tersebut.
Penulis Bantah
Muhammad Ashri Samad, SE.MM penulis biography “BupAAS, Jalan Pengabdian” ini, membantah keras jika buku tersebut dijual paksa disekolah. Ashri mengeluhkan kabar pemaksaan penjualan buku ini berlebihan. Ia mengakui buku setebal 100 an halaman ini memang ditawarkan untuk dibeli.
“Kami memang tawarkan buku itu untuk dibeli, tapi tak ada paksaan apalagi mewajibkan. Bukan hanya disekolah, dengan camat, kepala desa juga kami tawarkan dengan harga 100 ribu rupiah per eksemplar” kata Ashri.
Menururtnya, dirinya sebagai penulis tak memiliki keberanian untuk menjual bukunya dengan metode paksaan. Apalagi menggunakan surat resmi ataupun katabelece agar buku tersebut wajib dimiliki.
“Buku ini karya pertamaku, yang mau miliki silahkan beli. Tak ada untung berlebihan dalam penjualan tersebut selain bentuk penghargaan jerih payah intelektual” bela Ashri.

Buku biography Bupati Bone ini, diluncurkan pada momen syukuran Hari Ulang Tahun ke-48 Andi Asman Sulaiman, Kamis (4/6/2026) pekan lalu, sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan pengabdian dan kepemimpinan Andi Asman Sulaiman dalam berbagai bidang kehidupan.
Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian” ini menghadirkan sosok Andi Asman Sulaiman melalui beragam perspektif. Ada 44 narasumber dari berbagai latar belakang memberikan pandangan dan kesaksian mengenai karakter, kepemimpinan, perjalanan hidup, hingga kontribusi BupAAS bagi masyarakat. Bahkan dalam buku ini ada juga kesaksian Andi Islamuddin, mantan lawan politik Andi Asman saat kontestasi pilkada kemarin.(ita)
















