
NETSULSEL | Bulukumba, “Tindakanmu hari ini menentukan masa depan Bulukumba. Jadikan hari kemarin sebagai pembelajaran, dan jadikan kesempatan hari ini untuk membawa perubahan nyata. Jangan lebih lama beretorika, tapi lakukan tindakan yang lebih progresif.”
Pesan menohok penuh energi perubahan ini ditegaskan oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, saat memimpin Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Halaman Kantor Bupati, Senin (06/07). Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pria yang akrab disapa Andi Utta ini meminta seluruh jajarannya berhenti berteori dan segera bergerak demi mencapai target kesejahteraan masyarakat.
Bagi Andi Utta, jargon “Dikerja Bukan Dicerita” memiliki makna yang sangat luas. Ia mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, dan masa depan daerah tidak bisa dibangun hanya dengan tumpukan dokumen rencana atau perdebatan di meja rapat, melainkan lewat keringat tindakan nyata.
Berhenti Beretorika, Saatnya Bergerak Progresif
Mengawali amanatnya pada apel yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian tersebut, Andi Utta mengajak semua yang hadir untuk bersyukur atas nikmat kesehatan. Namun, nada bicaranya seketika berubah tegas saat menyoroti barisan kursi yang kosong tanpa alasan jelas.
Menurutnya, kedisiplinan bukan sekadar perkara absen pagi, melainkan fondasi dari tanggung jawab besar yang dipikul setiap abdi negara.
”Disiplin bekerja dan disiplin dalam tanggung jawab adalah kunci dari semuanya. Seluruh hal baik berawal dari sini. Kalau dengan usaha disiplin saja hasilnya belum tentu sempurna, apalagi kalau kita tidak disiplin sama sekali,” tegas Andi Utta.
Bupati berlatar belakang pengusaha ini merasionalkan bahwa disiplin mengikat seluruh aspek hidup—mulai dari menjaga kesehatan fisik hingga mengelola ekonomi keluarga. Ia mencontohkan hal kecil seperti disiplin menjaga pola makan sebelum penyakit menyerang, sebagai cerminan bagaimana manusia seharusnya mengendalikan masa depannya sendiri.
Membumikan Kemandirian, Jangan Hanya Bermimpi
Lebih jauh, Andi Utta mengetuk sisi humanis para ASN agar tidak terlena dan hanya mengandalkan gaji bulanan untuk menghidupi keluarga. Ia mendorong ruang-ruang produktif di luar jam kantor harus dimanfaatkan, salah satunya dengan mengolah pekarangan rumah.
”Jangan bermimpi semua kebutuhan keluarga bisa terpenuhi hanya dengan mengandalkan status sebagai pegawai. Setelah pulang kantor, manfaatkan lahan. Menanam sesuatu, agar ada tambahan pendapatan sehingga tidak semua kebutuhan dapur harus dibeli,” ujarnya memotivasi.
Bupati menegaskan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama, namun pemanfaatannya yang membedakan nasib seseorang.
”Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Sebaliknya, kalau tidak ada kemauan, no solution, no way out. Jangan hanya bermimpi. Waktu yang kita miliki adalah titipan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Catatan Akhir, Kerja Nyata untuk Rakyat
Menutup arahannya, Andi Utta mengingatkan bahwa kegagalan terbesar seseorang untuk berkembang adalah ketika mereka membiarkan waktu berlalu tanpa menghasilkan karya. Jabatan dan kesempatan hari ini adalah amanah yang harus dijawab dengan eksekusi lapangan yang taktis.
Melalui momentum apel gabungan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menuntut pergeseran paradigma dari sekadar menggugurkan kewajiban menjadi pelayan masyarakat yang progresif. Karena pada akhirnya, kemajuan Bulukumba tidak akan pernah diukur dari seberapa indah cerita yang disampaikan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang nyata dikerjakan.(ita)









