Penguatan Sumber Daya Manusia Menghasilkan Talenta Unggul untuk Akselerasi Menuju World Class University Prof JJ: Unhas buka ruang seluas-luasnya untuk inovasi

Prof Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin Kota Makassar

NETSULSEL | Makassar, Di tengah lanskap pendidikan tinggi yang terus berubah, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas. Institusi juga dituntut mampu menghadirkan kepemimpinan yang adaptif, memperkuat tata kelola, dan menyiapkan talenta unggul yang mampu menggerakkan transformasi secara berkelanjutan.

Bagi Universitas Hasanuddin (Unhas), tantangan tersebut dijawab melalui penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pengembangan institusi. Kepemimpinan yang visioner dan ekosistem talenta yang terstruktur dipandang sebagai kunci untuk mempercepat langkah Unhas menuju universitas bereputasi global.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc. menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk terus melakukan akselerasi sekaligus memperkuat kapasitas institusional agar mampu menjawab perubahan yang berlangsung begitu cepat.

Setiap strategi yang dirancang tidak boleh berhenti pada pencapaian jangka pendek, tetapi harus memuat dimensi pengembangan yang berkelanjutan. Kesamaan visi, solidaritas tim, dan kolaborasi lintas unit menjadi modal penting dalam memastikan setiap langkah transformasi berjalan terarah.

“Perguruan tinggi harus mampu bergerak cepat tanpa kehilangan arah pengembangan jangka panjang. Setiap program yang dijalankan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi, membangun kolaborasi, dan menyiapkan talenta yang siap menjawab tantangan masa depan,” jelas Prof Musrizal.

Penguatan kepemimpinan strategis bukan sekadar upaya meningkatkan kapasitas individu, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun budaya kerja yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi pilar utama dalam akselerasi Unhas menuju _World Class University_ (WCU). Menurutnya, transformasi institusi membutuhkan strategi yang tepat, terobosan yang inovatif, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi universitas.

Unhas tengah menempuh langkah besar untuk menghadirkan universitas sebagai rumah bersama yang dicintai oleh seluruh sivitas akademika. Semangat kebersamaan dan rasa memiliki menjadi energi yang menyatukan berbagai potensi untuk bergerak dalam irama yang sama.

“Unhas adalah rumah besar, dimana kita semua memiliki tanggung jawab untuk membawa universitas ini terus bertumbuh. Akselerasi menuju WCU hanya dapat terwujud jika kita menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi lahirnya inovasi,” tegas Prof. JJ.

Prof. JJ menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi kunci dalam melahirkan inovasi, memperluas perspektif, serta menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

“Ke depan, tidak ada lagi sekat-sekat yang kaku antar disiplin ilmu. Setiap bidang memiliki ruang untuk saling belajar dan berkolaborasi dalam menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat,” jelas Prof. JJ.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Penguatan Kepemimpinan Strategis dan Pengembangan Talenta Institusional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin. Pembukaan berlangsung Kamis (18/06) di Aula LPPM, Kampus Unhas Tamalanrea, Makasssar.

Program Penguatan Kepemimpinan Strategis dan Pengembangan Talenta Institusional Tahun 2026 dirancang sebagai ruang konsolidasi untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas tim, serta menumbuhkan kolaborasi lintas unit di lingkungan Unhas. Melalui program ini, peserta didorong untuk membangun rasa memiliki yang kuat terhadap identitas ke-Unhas-an sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian tujuan institusi.

Kegiatan ini juga berfokus pada penguatan _academic leadership_ melalui peningkatan kapasitas kepemimpinan yang transformatif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi. Selain itu, program ini menjadi forum akademik untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai ekosistem Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), arah kebijakan universitas, tata kelola kelembagaan, serta strategi konkret dalam mendukung percepatan Unhas menuju _World Class University_.

Selama pelaksanaan, sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat pemahaman peserta mengenai kepemimpinan strategis dan pengembangan talenta institusional. (ist)