
NETSULSEL | Bone, Warga Kabupaten Bone dihebohkan oleh insiden tragis yang kembali memicu gelombang desakan publik. Sebuah aktivitas tambang yang berlokasi di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, menelan korban jiwa usai material galian mendadak longsor dan menimbun para pekerja pada Jumat (24/7/2026).
Masyarakat mendadak gempar setelah rekaman video berdurasi 16 detik dari akun Info Viral Bone, menyebar cepat di berbagai grup percakapan hingga platform media sosial. Video memilukan yang memperlihatkan kepanikan luar biasa saat sejumlah pekerja bertaruh nyawa mengevakuasi rekannya dari reruntuhan material tambang tersebut mendadak viral dan menuai ribuan tanggapan mengecam dari warganet. Korban dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat impak material keras yang menimpanya.
Insiden berdarah ini secara telanjang menyibak bobroknya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi galian tersebut. Dari rekaman yang beredar, para pekerja terlihat memproses tambang tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm keselamatan, sepatu pelindung, maupun rompi visibilitas tinggi. Ketiadaan standar keselamatan kerja ini memperbesar risiko fatalitas saat bencana longsor terjadi.
Tidak hanya mengabaikan keselamatan jiwa, aktivitas pengerukan material di Lampoko ini juga kembali memicu dugaan kuat praktik tambang liar atau illegal mining. Sorotan tajam publik sebetulnya bukan kali pertama mengarah ke lokasi ini. Rangkaian kritik dan pengaduan masyarakat terkait pengoperasian tambang yang disinyalir tak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) resmi seolah menguap begitu saja, hingga akhirnya memakan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manapun terkait insiden ini. (ita)









