NETSULSEL | Makassar, Ada-ada saja kelakuan suporter bola di Kota Daeng. Sejak semalam, Makassar dilanda demam euforia akut setelah Argentina sukses menekuk Inggris 2-1 di laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta. Messi dan kawan-kawan yang angkat trofi di Amerika Serikat, tapi warga Makassar yang goyang pargoy di jalanan.
Namun, ada satu pemandangan super kocak sekaligus membingungkan yang terjadi di sepanjang Jalan Protokol A.P. Pettarani. Ini tentang sepak bola, atau… kampanye terselubung?

Skandal “Transfer” Bendera: Argentina Rasa Beringin
Tengah asyik konvoi sambil membunyikan klakson bertalu-talu, rombongan suporter garis keras Tim Tango ini mendadak melakukan “maneuver taktis” layaknya pelatih kawakan. Mereka menepikan motor di median jalan, lalu dengan sigap memanen… bendera Partai Golkar yang sedang nangkring manis di sana!
Bukannya dibuang, bendera kuning bergambar pohon beringin itu malah dikibar-kibarkan dengan penuh penghayatan di atas motor. Alhasil, estetika konvoi berubah drastis. Dari jauh penampilannya mirip suporter Albiceleste, tapi begitu mendekat, kok malah mirip massa yang mau berangkat kampanye akbar?
Jalanan Pettarani, Urip Sumoharjo, hingga Sultan Alauddin pun mendadak bergemuruh oleh yel-yel hibrida baru yang belum pernah ada di sejarah sepak bola dunia:
“Hidup Golkar! Hidup Argentina! Hidup Musda!”
Sebuah kombinasi tiga pilar yang bikin pengamat politik dan komentator bola sama-sama pusing tujuh keliling.
Panitia Musda, Antara Mau Marah atau Mau Ketawa
Aksi “penjarahan” bendera demi estetika pawai ini rupanya langsung sampai ke telinga Ketua Steering Committee Musda XI Partai Golkar Sulsel, Armin Mustari Toputiri. Armin mengaku tahu kejadian menggelikan ini lewat video yang viral di media sosial.
Reaksi pertama sang politisi senior? Tertawa terpingkal-pingkal. Namun, tawa itu langsung berubah jadi helaan napas panjang saat teringat isi dompet panitia. Pasalnya, atribut yang dicabuti massal itu adalah dekorasi untuk menyambut hajatan Musda XI Golkar yang lokasinya cuma sepelemparan batu dari situ, yakni di Hotel Claro.
”Aduh, itu atribut partai padahal untuk meramaikan Musda yang sisa menghitung hari. Mati kita’! Terpaksa harus diganti lagi dengan yang baru dan harus dipasang cepat-cepat,” keluh Armin sambil tertawa kecut, membayangkan lemburan dadakan bagi tim logistiknya.
“Gara-gara Messi, Golkar Jadi Juara di Hati Rakyat”
Meski sempat bikin pening karena urusan logistik yang rontok dihantam euforia bola, Armin memilih melihat kejadian ini dari sudut pandang yang humanis dan penuh berkah. Baginya, aksi para suporter bola ini adalah kode alam dari langit.
Menurut Armin, fakta bahwa bendera Golkar yang dipilih suporter untuk merayakan kemenangan internasional adalah bukti sahih bahwa partai beringin ini memang sudah melekat erat di sanubari masyarakat bawah bahkan di hati mereka yang otaknya sedang penuh dengan taktik sepak bola.
Menutup wawancara via telepon dengan nada penuh semangat layaknya suporter yang baru saja melihat gol salto, Armin berteriak girang:
“HIDUP GOLKAR!”
Skor akhir: Argentina 2, Inggris 1, dan Golkar menang banyak di hati suporter Makassar! (ita)












