Cucu Durhaka Preteli Barang Nenek Sendiri Demi Bisa Mabok Narkoboy

sktesa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL | ​Palembang, Pepatah “Kasih nenek sepanjang masa, kasih cucu sepanjang ada barang yang bisa dijual” tampaknya sangat cocok disematkan pada NRA (23). Pemuda asal Seberang Ulu II, Palembang ini mendadak lupa ingatan akan jasa sang nenek, Suraini, setelah otaknya kepincut bisikan gaib sang narkoboy.

​Bukannya merawat nenek yang sudah menampungnya, NRA malah menjadikan rumah sang nenek sebagai “minimarket gratisan”. Menurut pihak kepolisian, ulah durhaka ini memuncak ketika sang nenek sedang mengungsi ke Bengkulu lantaran tak tahan sering diancam dan dioper-oper emosinya oleh cucu tersayang ini.

​”Terduga pelaku merupakan cucu kandung korban. Pelaku menguras isi rumah saat ditinggal korban ke Bengkulu,” ujar Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Dedy Rahmad Hidayat.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui sudah dua kali mencuri barang-barang neneknya. Barangnya dijual ke Pasar Cinde dan uang hasil penjualan digunakan untuk makan sehari-hari serta membeli narkoba jenis sabu.”pungkasnya.

​Melihat rumah kosong, jiwa “kreatif” NRA langsung bergelora. Bersama rekannya, ia mempreteli isi rumah layaknya pest control melahap perabotan. Tak tanggung-tanggung, daftar barang yang berhasil dipindahkan ke Pasar Cinde demi beberapa gram serbuk putih dan sisa pengganjal perut meliputi:

​Peralatan Dapur Utama: 1 Tabung Gas LPG 3 kg, 1 Kompor Gas, dan 1 Mesin Pompa Air.

​Perlengkapan Pesta Family: 4 Lusin Piring Makan, 1 Panci Dandang ukuran jumbo.

​Mahkota Dapur Nenek: 1 Set Prasmanan Vicenza (yang legendaris itu!).

​Aksi boyong perabotan ini terbongkar setelah tetangga curiga melihat NRA melintas naik motor bak sales barang bekas keliling. Begitu dicek, pintu papan rumah nenek sudah terbuka lebar dan isinya ludes. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp3,7 juta—sebuah angka yang sukses membuat sang nenek pulang kampung sambil elus dada.

​Pelarian sang narkoboy durhaka akhirnya kandas saat polisi menciduknya sedang tertidur lelap di rumah temannya. Kini, bukannya melayang di awan-awan akibat sabu, NRA harus puas tidur beralaskan lantai sel tahanan Polsek Seberang Ulu II.

Pojok Hukum Ala NETSULSEL, Biar Otak Agak Cerah
​Ingat Rumus Fisika-Hukum: Semakin tinggi gaya hidupmu (pake sabu), semakin cepat gaya gravitasinya menarikmu ke penjara. Jangan pernah menjadikan pasal pencurian dalam keluarga sebagai “fasilitas pinjaman tanpa agunan”.

​Jangan Sentuh Vicenza Nenek: Mencuri tabung gas saja sudah bikin dosa kesamber petir, apalagi nekat menjual set prasmanan Vicenza milik nenek. Itu bukan cuma melanggar KUHP, tapi juga memicu amarah seluruh klan keluarga besar hingga tujuh turunan!

​Belajar Dari Sejarah: Kalau ibumu sudah tiada dan ayahmu di dalam bui, harusnya kamu jadi pahlawan keluarga, bukan malah “magang” nyusul ayah ke dalam sel. Jika butuh uang makan, carilah kerjaan halal, bukan malah menjual pompa air rumah sendiri sampai tetangga bingung mau mandi pakai apa.(ita)