Paha dibalas Toge, Kakek 72 tahun Obral “CINTA PALSU” diteras Mesjid, Endingnya diangkut Polisi

sketsa dengan imajinasi AI.

NETSULSEL | Sukabumi, ​Dunia Per-Bucin-an Kembali Berduka! Kali ini bukan karena anak muda yang patah hati dijauhi gebetan, tapi karena ulah seorang kakek gaek berinisial MH (72 tahun) di Sukabumi. Bukannya memperbanyak zikir dan ikhlas kumpulkan pahala di usia senja, Si Kakek malah mendadak merasa jadi “Pangeran Cinta” versi kadaluarsa. Berbekal jurus gombalan maut bernada “Mbah sayang sama kamu, Mbah rindu…”, kakek ini nekat mengobral kasih sayang palsu demi melancarkan aksi bejatnya kepada belasan anak di bawah umur.

​Hebatnya lagi (dalam artian negatif), Si Kakek melancarkan aksi “Romantis Beracun”nya ini tanpa ragu di area terbuka, tepat di pelataran sebuah masjid! Duh Kakekkkk, masjid itu tempat cari ridho Tuhan, bukan tempat nyebar “cinta palsu” berbalut kejahatan!

“Sayang & Rindu” Versi Si Mbah, Modus Luar Nalar!
​Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, dibuat kehabisan kata-kata dengan tingkah Si Kakek. Kasih sayang yang ditawarkan pelaku ternyata cuma tameng murahan.

​”Modusnya bilang sayang, merasa kangen… padahal ya aksi keji,” terang AKP Hartono.

​Berdasarkan pendalaman sementara, diduga sudah ada sekitar 12 anak yang jadi korban romansa bodong Si Mbah. Saat ini, tim penyidik Satreskrim Polres Sukabumi Kota lagi kerja ekstra keras buat mendata seluruh korban dan ngumpulin bukti. “Jangan sampai ada ‘surat cinta’ atau korban lain yang tertinggal,” mungkin begitu bisik para penyidik di lapangan.

​”Romeo Tua” Hampir Diamuk Massa, Akhirnya Dievakuasi Amplikasi!
​Ulah Si Kakek yang sok manis ini tentu saja bikin warga sekitar bukannya terharu, tapi malah mendidih! Warga yang geram langsung berkumpul dan siap memberikan “salam hangat” kepada sang Romeo Tua.

​Untungnya, aparat kepolisian dan perangkat desa setempat bergerak lebih cepat dari petir. Sebelum Si Mbah bonyok dijadikan samsak dadakan oleh warga yang kepancing emosi, pelaku berhasil dievakuasi dalam kondisi mulus, sehat, dan tanpa lecet sedikit pun.

​Status Pelaku, Selamat dari amukan massa, tapi siap-siap “bulan madu” panjang di balik jeruji besi.

​Langkah Kepolisian, Menyiagakan Polsek setempat untuk menjaga Harkamtibmas agar emosi warga kembali adem.

Pojok Hukum: ​Cinta Boleh, Tapi Jangan Kelewat Batas (Apalagi Pidana!)
​Kini, petualangan “cinta palsu” Kakek MH resmi gulung tikar. Sang predator anak ini harus menukar pelataran masjid dengan dinginnya ubin sel tahanan.

​Pesan Moral Hari Ini: Kasih sayang orang tua itu tulus, tapi kalau ada kakek-kakek sok akrab ngomong “Mbah rindu” di tempat sepi, mending langsung sprint 100 meter dan lapor Pak RT! (ita)