NETSULSEL | Kendari, Pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” tampaknya kurang cocok untuk dua spesialis maling motor di Kendari ini. Kalimat yang lebih pas adalah: “Sepandai-pandainya maling beraksi, akhirnya nginep di rumah sakit juga.”
Dua pria bernama La Sedi (36) dan La Iye (24) mendadak viral bukan karena prestasi, melainkan karena tingkat “keberanian” mereka yang sudah menembus langit ketujuh. Bagaimana tidak? Saat dikepung polisi di sebuah kos-kosan di Kelurahan Tipulu pada Senin dini hari kemarin, bukannya angkat tangan sambil nangis, mereka malah sok keras bak aktor film laga.
Coba Ajakan ‘Baku Hantam’, Kapolsek Pun Ditantang!
Bukannya sadar diri sudah terkepung, La Iye malah mencoba menguji adrenalin petugas. Dengan modal nekat dan diduga kurang minum air putih, ia dengan gagah berani menodongkan senjata tajam jenis celurit. Targetnya pun tidak tanggung-tanggung: Kapolsek Kemaraya!
Tak cukup sampai di situ, dengan sisa-sisa “keberaniannya”, pelaku juga sempat melayangkan bogem mentah ke wajah salah satu anggota polisi. Sebuah keputusan yang tentu saja langsung disesali pelaku beberapa detik kemudian.
Melihat ada tontonan aksi debus dadakan yang membahayakan nyawa, polisi tanpa ragu memberikan “hadiah” berupa tindakan tegas dan terukur. Dor! Dor! Peluru panas bersarang manis di kaki mereka, membuat nyali singa kedua pelaku langsung mengkerut menjadi nyali kucing anggora.
”Saat akan diamankan, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau dengan nada gemas.
Rekor 22 Kali Beraksi, Berakhir di Ranjang Rumah Sakit
Usut punya usut, duet maut La Sedi dan La Iye ini ternyata bukan amatiran. Sebelum kakinya dibuat “bolong” oleh polisi, mereka berdua diduga sudah sukses menggasak sepeda motor sebanyak 22 kali di Kota Kendari. Rekor yang cukup impresif, sebelum akhirnya aksi terakhir mereka di Kelurahan Dapu-dapura terekam CCTV, viral, dan ditonton oleh tim buser.
Dari tangan kedua “suhu” curanmor ini, polisi menyita lima unit sepeda motor hasil petikan beserta koleksi senjata tajam mereka yang kini sudah tidak ada harga dirinya lagi. Setelah diperiksa, keduanya ternyata adalah alumni lapas alias residivis kambuhan yang hobi gonta-ganti kasus kriminal sejak tahun 2017.
Kini, tidak ada lagi senyuman garang atau aksi todong celurit. La Sedi dan La Iye terpaksa harus menikmati fasilitas kasur empuk di RS Bhayangkara Kendari untuk merawat kaki mereka yang mendadak bolong, sebelum nantinya pindah tidur di hotel prodeo gratisan milik negara.(ita)
tag: berita kriminal lucu, curanmor kendari ditembak, maling motor todong polisi, kriminalitas jenaka, polresta kendari, residivis curanmor, la sedi la iye, kompol welliwanto malau, maling motor kendari, dapu-dapura viral







