
NETSULSEL | Makassar, Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan, sebuah keteladanan nyata terpancar dari bumi Sulawesi Selatan. Menjelang detik-detik Proklamasi RI ke-81, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ormas The Legend 120 Sulsel memilih membumikan nilai-nilai sejarah dengan menggelar doa bersama dan aksi sosial di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar serta Makam Sultan Hasanuddin Pallantikang Gowa, Minggu (16/8).
Perjalanan ini bukan sekadar konvoi Rolling biasa, melainkan peziarahan spiritual dan moral. Menyusuri rute Makassar–Gowa, puluhan anggota organisasi hadir membawa kibaran Merah Putih dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi ajakan terbuka bagi generasi muda untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah titipan pasif, melainkan warisan berharga yang menuntut kepedulian serta aksi nyata dari pemilik masa depan bangsa.

Pengorbanan para pejuang yang mendahului kita dinilai terlalu besar jika hanya diperingati lewat seremoni tahunan yang berlalu begitu saja. Di atas tanah makam pahlawan yang tenang, terpanjat doa agar generasi hari ini tak lupa pada darah dan keringat yang menjadi pondasi berdirinya Republik Indonesia.
”Kami datang ke makam pahlawan untuk mendoakan dan mengenang mereka. Kita tidak boleh melupakan bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu,” tutur Ketua Umum DPP Ormas The Legend 120 Sulsel, Muh Rusdi, di sela-sela kegiatan. “Hari ini kita mempunyai tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.”
Apresiasi terhadap nilai kemerdekaan dibuktikan secara langsung di lapangan. Usai memanjatkan doa, para peserta memegang sapu dan kantong sampah untuk membersihkan area sekitar makam bersejarah. Aksi bersahaja ini menyuarakan pesan mendalam: menghormati pahlawan berarti menjaga integritas tempat peristirahatan terakhir mereka, sekaligus merawat persatuan dalam kebersihan dan ketertiban.
”Menghormati pahlawan harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Salah satunya dengan menjaga tempat bersejarah, merawat kebersihan lingkungan, dan terus menanamkan nilai persatuan. Jangan sampai sejarah hanya menjadi cerita, tetapi nilai perjuangannya tidak kita lanjutkan,” tegas Sekretaris Jenderal DPP The Legend 120 Sulsel, Muh Syahbani. Langkah ini menjadi bukti bahwa estafet perjuangan bangsa belum selesai, melainkan terus berjalan lewat karya nyata untuk kemanusiaan.(asho)









