
NETSULSEL | Makassar, Pasca ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) langsung memecahkan “perawan kekakuan” tradisi agenda perdana kepemimpinan partai. Bukannya menggelar seremoni internal atau konsolidasi elit di atas mimbar, IAS justru memilih turun langsung menggembleng akar rumput dalam kegiatan resminya yang pertama.
Langkah terobosan ini ditunjukkan IAS saat memberikan pengarahan mendalam pada Rapat Pleno I dan Orientasi PDK Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar baru-baru ini.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi politik krusial untuk memperkuat struktur kaderisasi dari bawah sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan partai pohon beringin dalam menatap Pemilu 2029.

Kembalikan Marwah Organisasi Pendiri
Dalam arahannya, IAS secara tegas menyoroti fakta politik pascareformasi, di mana peran organisasi-organisasi pendiri Partai Golkar kerap terpinggirkan dan mengalami penurunan fungsi rekrutmen. Kepemimpinan baru di bawah nahkodanya berkomitmen penuh mengembalikan marwah organisasi seperti Kosgoro 1957 sebagai “kawah candradimuka” utama lahirnya kader-kader tulen Golkar.
”Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Kosgoro betul-betul mampu menyiapkan kadernya untuk menjadi batu loncatan masuk ke Partai Golkar. Kita ingin seluruh rekrutmen kader dikembalikan ke ‘khittah’-nya, yaitu melalui organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan,” tegas IAS di hadapan peserta pleno.
Ia menyindir praksis instan dalam berpolitik. Menurutnya, kaderisasi wajib berjalan sistematis lewat program nyata yang menyentuh akar rumput. Pengabdian sosial harus mendahului ambisi jabatan.
”Organisasi kemasyarakatan tidak boleh sekadar berorientasi pada jabatan politik. Bangun dulu rekam jejak pengabdian. Ketika kader dipercaya memegang amanah publik, mereka punya legitimasi moral dan rekam jejak yang diakui masyarakat,” tambahnya.
Pendidikan Politik dan Gebrakan Menggaet Gen Z
Tidak hanya menyoroti internal, IAS mendesak Kosgoro 1957 untuk berdiri di garda terdepan memberikan pencerahan politik kepada masyarakat. IAS juga memperingatkan peta demografi Pemilu 2029 yang akan didominasi oleh Generasi Milenial, Generasi Z, dan pemilih pemula.
Pendekatan organisasi, menurut IAS, tidak boleh lagi kaku dan feodal. Golkar Sulsel menuntut adaptasi teknologi informasi yang cepat serta ruang kreasi seluas-luasnya bagi anak muda.
”Jika Kosgoro mampu menghadirkan pencerahan politik dan pengabdian nyata, masyarakat dengan sendirinya akan merapat. Dari situlah kader ditempa sebelum melangkah ke panggung politik Golkar,” ujarnya.
Respons PDK Kosgoro 1957 Sulsel
Menjawab instruksi mendasar dari IAS, Ketua PDK Kosgoro 1957 Sulsel, Haris Yasin Limpo, menyatakan kesiapannya untuk merombak strategi kaderisasi hingga ke tingkat daerah. Pihaknya berjanji mengombinasikan kekuatan kader senior dengan energi generasi muda agar siap menjawab tantangan politik masa depan (ita)









