Drama “Segitiga Cokelat” di Palu: Polisi Digerebek Polisi karena Ngamar Bareng Istri Polisi, Kini Diperiksa Polisi

sketsa dengan imajinasi AI

NETSULSEL | ​Palu, Sebuah lakon komedi katanya tragis bertema “lingkaran seragam” sukses menggegerkan warga Jalan Watumapida, Kota Palu, pada Selasa lalu. Bagaimana tidak, seorang perwira polisi berpangkat AKP berinisial FL, yang menjabat Kasat disalah satu lembaga institusi kepolisian dikota Palu, mendadak “pindah tugas” jadi tokoh utama skandal setelah digerebek sedang ngamar bareng istri orang. Uniknya, penggerebeknya bukan orang sembarangan, melainkan suami sah sang wanita yang… nang.. neng.. nong… juga seorang polisi!

​Kisah absurd ini bermula ketika VR, anggota Polri yang bertugas di Polres di Donggala, mendapatkan “intelijen kerakyatan” bahwa ada oknum komandan polisi berseragam lengkap menyelinap masuk ke kosan istrinya, berinisial J.

​Tak butuh waktu lama, VR langsung meluncur ke TKP. Sampai di depan pintu kos, VR mencoba bersikap santun dengan mengetuk pintu. Namun, setelah ditunggu hingga 7 menit waktu yang cukup untuk menyeduh mi instan sampai matang pintu tak kunjung dibuka. Gemas dan curiga, VR pun melancarkan jurus kickdown alias mendobrak pintu.

Alibi Kompor Gas dan Bisnis Solar
​Begitu pintu jebol, pemandangan indah nan berantakan tersaji di depan mata. Di dalam kamar, VR mendapati sang Komandan AKP FL sedang berdua dengan J. Kasur terlihat bak dihantam angin puting beliung, lengkap dengan bonus benda pusaka berupa pakaian dalam (CD) yang tergeletak pasrah di atas tempat tidur.

​Saat diinterogasi mendadak oleh VR, AKP FL mengeluarkan alibi super kreatif. Sang perwira berkali-kali beralasan bahwa kedatangannya ke kamar kos tertutup itu pure profesional, hanya untuk mengantarkan kompor gas bekas dan berdiskusi soal bisnis minyak solar.

​Warga sekitar yang sempat geger mendengar keributan itu pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

​”Kreatif sekali Pak Komandan. Antar kompor gas malam-malam, pintunya dikunci dari dalam, bonus baju dalam bertebaran. Mungkin itu bagian dari SOP perkomporan nasional,” seloroh seorang warga di lokasi penggerebekan.

​VR membeberkan bahwa meski hubungannya dengan J sedang di ambang perceraian, belum ada surat resmi dari Catatan Sipil. Artinya, secara hukum dan agama, J masih sah menjadi istrinya.

Tangkisan “Komando Sekampung”
​Tak terima dituduh jadi pemeran utama perselingkuhan, AKP FL memberi perlawanan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa malam (21/7/2026) kemarin. Ia menyebut kabar ini adalah hoaks bertingkat dan mengklaim bahwa J sebenarnya adalah “kemenakannya yang sekampung”.

​”Hoax itu! Bukan selingkuh, itu kemenakan saya sekampung dianiaya mantan suaminya. Terlalu dibesar-besarkan! Merekakan sudah sidang cerai 4 kali,” kelit sang Kasat.

​Namun, alibi kompor gas dan status “kemenakan sekampung” itu tampaknya tak cukup sakti untuk meredam kemarahan VR. Tanpa ragu, VR langsung melayangkan laporan resmi ke Propam Polda Sulteng dan Mabes Polri atas dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP).

Puncak Komedi, Diperiksa Polisi
​Alhasil, alur cerita “Polisi digerebek Polisi karena ngamar bareng istri Polisi” ini ditutup dengan episode paling puitis: Diperiksa Polisi.

​Anggota Subbid Paminal Bidpropam Polda Sulteng, IPDA Sulaeman, membenarkan bahwa laporan panas ini sudah mendarat manis di mejanya.

​”Benar, kami telah menerima pengaduan tersebut dua hari yang lalu. Saat ini perkembangannya masih dalam proses pemeriksaan,” ujar IPDA Sulaeman dingin, Selasa malam (21/7/2026).

​Kini, Sang Komandan harus bersiap memberikan alasan yang lebih logis di depan penyidik Propam. Publik pun menanti: apakah alibi “kompor gas dan solar” sang AKP bisa lolos dari cengkeraman sidang etik korps Baju Cokelat? Kita tunggu saja ending dari sinetron dunia nyata ini. (ita)