Menembus Batas Serumpun: Langkah Unismuh Makassar dan UMK Malaysia Menginspirasi Dunia Melalui Nilai Al-Qur’an dan Pendidikan Global

Unismuh Makassar secara resmi memperkokoh jangkauan internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaysia Kelantan (UMK). Langkah strategis ini bukan sekadar penandatanganan dokumen di atas kertas, melainkan wujud nyata dari tekad membara untuk terus berinovasi, memperluas wawasan keilmuan, dan menginspirasi generasi muda serumpun agar mampu bersaing di kancah global.

NETSULSEL | ​Malaysia, Komitmen melintasi batas negara untuk menghadirkan pendidikan bereputasi dunia kembali dibuktikan oleh Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Bertempat di Kampus Bachok, Malaysia, Selasa (21/7/2026), Unismuh Makassar secara resmi memperkokoh jangkauan internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaysia Kelantan (UMK). Langkah strategis ini bukan sekadar penandatanganan dokumen di atas kertas, melainkan wujud nyata dari tekad membara untuk terus berinovasi, memperluas wawasan keilmuan, dan menginspirasi generasi muda serumpun agar mampu bersaing di kancah global.

​Mengawali momentum bersejarah tersebut, Rektor Unismuh Makassar memberikan orasi ilmiah mengunggah jiwa bertajuk “Resiliensi Air dan Al-Qur’an untuk Kehidupan”. Di hadapan para akademisi Fakultas Senibina dan Ekistik (FSE) serta Fakultas Teknologi Kreatif dan Warisan (FTKW) UMK, kuliah perdana ini membuka perspektif baru tentang betapa pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab krisis lingkungan. Dengan memadukan kecanggihan sains modern dan kedalaman etika Al-Qur’an, Unismuh mengajak para akademisi dunia untuk tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga menjaga keberlanjutan bumi sebagai amanah penciptaan.

​Semangat kolaborasi tersebut memuncak pada sesi penandatanganan MoU resmi yang disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi. Kesepakatan bergengsi ini membuka keran peluang emas bagi mahasiswa dan dosen, mulai dari pertukaran pelajar, riset kolaboratif skala internasional, publikasi ilmiah bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas negara. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas wilayah geografis tidak pernah menjadi penghalang untuk saling berbagi ilmu, bertukar gagasan, dan tumbuh bersama demi mencetak SDM unggul yang berkarakter.

​Naib Canselor UMK, YB Dato’ Prof Ir Ts Dr Arham bin Abdullah, menyambut hangat dan menaruh optimisme tinggi terhadap kemitraan strategis yang terjalin erat dengan kampus Muhammadiyah ini.

​”Ke depan, terdapat tiga area kerja sama yang akan kita perkuat bersama Unismuh Makassar, yaitu pertukaran mahasiswa, berbagi inovasi, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dosen antara kedua belah pihak,” tegas Prof Arham penuh semangat saat menyampaikan komitmennya untuk memajukan kualitas pendidikan kedua universitas.

​Penandatanganan ini sekaligus merayakan tiga tahun perjalanan indah kolaborasi yang telah membuah keberhasilan nyata sejak 2023 melalui program unggulan PANRITA dan MACCA. Tercatat, sebanyak 21 mahasiswa UMK telah mengenycap pengalaman akademis melalui program inbound di Fakultas Teknik Unismuh Makassar, didampingi oleh tujuh dosen UMK yang mendedikasikan ilmunya sebagai visiting professor. Jejak keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi pendidikan yang dirawat dengan konsistensi mampu melahirkan dampak nyata yang inspiratif bagi kedua belah pihak.

​Melalui komitmen yang teguh ini, Unismuh Makassar terus membuktikan peran aktifnya dalam mewujudkan Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global. Sinergi persaudaraan serumpun antara Indonesia dan Malaysia ini menjadi simbol kebangkitan pendidikan Islam modern yang siap menjawab tantangan zaman. Dengan langkah terukur dan berkelanjutan, Unismuh Makassar dan UMK mantap berjalan berdampingan untuk menyinarkan inspirasi dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi peradaban dunia. (ist)