NETSULSEL | Jakarta, Jagat otomotif tanah air dibuat geger! BYD Atto 1, yang selama ini mengukuhkan posisinya sebagai “Raja Mobil Listrik” tak tertandingi di Indonesia, mendadak mencatatkan angka penjualan yang bikin terbelalak. Bagaimana tidak? Dari yang biasanya laku ribuan unit per bulan, data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) per Mei 2026 menunjukkan mobil ini hanya terdistribusi 26 unit saja!
Padahal, sepanjang tahun 2025 lalu, performa BYD Atto 1 sangat mengerikan. Mobil berkapasitas 5-penumpang ini sukses merajai jalanan Indonesia dengan total distribusi raksasa mencapai 22.582 unit.

Namun memasuki tahun 2026, keperkasaan sang raja mendadak ambruk. Grafik penjualannya terjun bebas layaknya roller coaster!
Grafik “Terjun Bebas” Penjualan BYD Atto 1 (Januari – Mei 2026):
Januari: 3.361 unit (Masih Perkasa!)
Februari: 3.700 unit (Puncak Kejayaan)
Maret: 672 unit (Mulai Longsor)
April: 108 unit (Lampu Kuning)
Mei: CUMA 26 UNIT! (Drop Total)
Bulan-bulan sebelumnya, Atto 1 begitu konsisten bertengger di atas angka 1.000 unit. Mengapa raksasa EV asal China ini tiba-tiba seperti “ngerem mendadak” di Indonesia? Apakah masyarakat mulai bosan, atau ada misteri lain di baliknya?
Bongkar Strategi: Bukan Nggak Laku, Tapi “Shock” Transisi Pabrik Lokal!
Usut punya usut, angka tragis 26 unit di bulan Mei kemarin bukanlah tanda-tanda BYD bangkrut atau ditinggal konsumen. Ini adalah bagian dari strategi “pembersihan” besar-besaran dan transisi rahasia internal BYD Indonesia.
Jika tahun lalu BYD jor-joran mengimpor unit utuh (CBU) dari negara asalnya, kini kuota impor tersebut sudah habis. Sesuai regulasi pemerintah, BYD kini memasuki fase pembuktian komitmen investasi: Wajib memproduksi mobil secara lokal (CKD)!
Angka mini di bulan April dan Mei itu disinyalir kuat merupakan sisa-sisa pembersihan stok gudang dari pengapalan akhir tahun lalu.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, tidak menampik adanya guncangan angka ini.
”Ya memang itu dampak dari transisi itu, mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock, pengurangan yang cukup signifikan tersebut,” ungkap Luther saat ditemui di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat.
Monster Subang Siap Mengamuk, Lini Baru “M6 DM” Siap Mengaspal?
Di balik angka 26 unit yang bikin heboh ini, BYD ternyata sedang menyiapkan kejutan yang jauh lebih besar. Pabrik raksasa mereka di Subang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas monster hingga 150 ribu unit per tahun, kini sudah mulai bergerak penuh!
Bahkan, beberapa unit mobil listrik hasil rakitan lokal dari pabrik Subang tersebut kabarnya sudah mulai berkeliaran di jalanan untuk keperluan test drive. Tidak sampai di situ, rumor panas juga berembus kencang mengenai kehadiran mobil baru mereka, BYD M6 DM (Dual Mode). Mobil ini digadang-gadang akan langsung lahir sebagai produk rakitan lokal asli Indonesia.
Ketika didesak mengenai status resmi BYD M6 DM yang bakal menggunakan komponen lokal, Luther memberikan sinyal yang sangat kuat.
”Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dengan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia,” pungkas Luther penuh teka-teki.
Jadi, buat para kompetitor jangan kesenangan dulu. Penurunan drastis Atto 1 ini tampaknya bukan tanda kekalahan, melainkan aba-aba dari BYD untuk “lompat lebih tinggi” dengan status baru: Made in Indonesia!











