NETSULSEL | Jakarta, Keputusan untuk menjadi Justice Collaborator, Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya, dalam skandal korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), diungkapkan
Pengacara Sony, Krisna Murti, di Gefung Kejakssan Agung Jakarta, senin (08/06/26) Kemarim.
Krisna mengatakan, pengajuan JC itu dilakukan kliennya bukan untuk menghindari proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengklaim lewat JC itu kliennya akan bersikap kooperatif dan mengungkap pihak lainnya yang terlibat dalam kasus itu.
“Bukan menghindar dari permasalahan hukum tapi kami ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan presiden ini,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya dalam pemeriksaan kepada penyidik, Sony juga telah mengungkap setidaknya 20 nama tokoh besar yang terlibat dalam kasus itu. Ia bahkan mengaku nama-nama yang telah diungkap oleh kliennya itu baru separuhnya saja dan belum semuanya.
“Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian,”
Selain ke Kejagung, Krisna mengatakan kliennya juga telah mengajukan permohonan sebagai JC kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Oleh karenanya, ia berharap pengajuan JC tersebut dapat dipertimbangkan penyidik sehingga dapat memudahkan pengungkapan perkara korupsi MBG.
Sebelumnya Kejagung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.
Kejakgung menilai, program MBG yang menggunakan dana negara dalam jumlah trilyuman dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk tidak memenuhi syarat administarsi dan syarat fisik. Apalagi tak sedikit yayasan mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN.
Baik dadan, Sonny maupun Lodewick, diduga melakukan mark up harga pada saat pengadaan barang kebutuhan MBG, sehingga terjadi kerugian negara
Misalnya pengadaan yang tidak sesuai yakni 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch. (ist)











