Tak Hanya Tradisi, Ini Manfaat Medis Hubungan Intim Pasangan Suami Istri di Malam Jumat

Istilah "Malam Jumat" sering kali identik dengan momen khusus bagi pasangan suami istri yang sah di Indonesia. Tradisi ini umumnya dikaitkan dengan anjuran keagamaan atau ibadah malam pengantin. Namun, di balik nilai budaya dan spiritualnya, para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa hubungan intim yang rutin dan teratur memiliki beragam manfaat medis yang luar biasa.

NETSULSEL | Makassar, Istilah “Malam Jumat” sering kali identik dengan momen khusus bagi pasangan suami istri yang sah di Indonesia. Tradisi ini umumnya dikaitkan dengan anjuran keagamaan atau ibadah malam pengantin. Namun, di balik nilai budaya dan spiritualnya, para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa hubungan intim yang rutin dan teratur memiliki beragam manfaat medis yang luar biasa.

​Lantas, bagaimana kacamata medis memandang fenomena keintiman di malam Jumat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut.

Sudut Pandang Medis dan Pakar Kesehatan
​Secara medis, waktu atau hari spesifik tidak mempengaruhi manfaat fisik dari aktivitas seksual. Namun, menjadikan momen tertentu seperti Kamis malam/malam Jumat sebagai waktu quality time teratur bersama pasangan dapat memberikan efek positif bagi tubuh dan pikiran.

​Pakar kesehatan seksual dan spesialis andrologi menegaskan pentingnya aktivitas seksual yang sehat dan teratur bagi pasangan yang menikah.

​”Seksualitas yang sehat adalah bagian dari pilar kesehatan fisik dan mental. Saat pasangan melakukan hubungan intim, tubuh melepaskan serangkaian hormon seperti oksitosin, dopamin, dan endorfin. Penjadwalan rutinitas—seperti di malam Jumat—membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres) setelah sepekan lelah bekerja,” ungkap pakar kesehatan seksual dalam keterangannya.

Deretan Manfaat Utama Bagi Pasangan Suami Istri
​Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang didapatkan dari hubungan intim yang teratur:

​1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

​Penelitian dalam bidang psikoneuroimunologi menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan intim secara rutin (1–2 kali seminggu) memiliki kadar Immunoglobulin A (IgA) yang lebih tinggi. IgA merupakan antibodi utama yang menjaga garis pertahanan tubuh dari serangan infeksi virus dan bakteri.

​2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

​Aktivitas fisik saat berhubungan intim membakar kalori dan memicu pelebaran pembuluh darah. Hal ini berdampak positif pada penurunan tekanan darah serta menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

​3. Kualitas Tidur yang Lebih Baik

​Setelah mencapai puncak keintiman, tubuh memproduksi hormon prolaktin. Hormon ini memberikan efek relaksasi yang alami dan rasa kantuk, sehingga membantu pasangan terhindar dari insomnia dan tidur lebih nyenyak.

​4. Mempererat Ikatan Emosional (Bonding)

​Sentuhan fisik dan pelepasan hormon oksitosin (hormon cinta) saat berhubungan intim meningkatkan rasa percaya, empati, dan keharmonisan antara suami dan istri. Ini sangat efektif meredakan konflik kecil dalam rumah tangga.

Perspektif Agama dan Kebudayaan
​Dalam literatur Islam, ulama klasik seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyyah juga pernah mencatat manfaat keintiman dalam karyanya, Thibbun Nabawi. Beliau menjelaskan bahwa hubungan badan yang sah berfungsi untuk menjaga kesehatan, memberikan keceriaan jiwa, serta menyempurnakan keharmonisan.

​Meskipun secara dalil agama hubungan suami istri bisa dilakukan kapan saja, tradisi malam Jumat menjadi sarana pengingat yang baik bagi pasangan urban yang sibuk agar tidak mengabaikan kebutuhan emosional dan fisik pasangan.

Kesimpulan:
Tak peduli apakah dilakukan di malam Jumat atau hari lainnya, kunci utama dari hubungan intim yang menyehatkan adalah keterbukaan, kenyamanan, dan rasa saling menghargai antara suami dan istri. (sasa)