Menembus Gelap Gelombang Pangkep: Aksi Heroik Basarnas Makassar Selamatkan Nyawa ABK Vietnam di Tengah Rute Jepang-Australia

Dok.Basarnas Makassar. Saat Ketua Basarnas berkunjung ke Makassar

NETSULSEL | Makassar, Bayangkan berada di tengah samudra luas, ribuan mil dari rumah, dalam kepungan malam gurita, sementara perut Anda dihantam rasa sakit yang luar biasa hingga memicu demam tinggi. Itulah horor yang dirasakan Nguyen (24), seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Vietnam yang berada di atas kapal kargo raksasa, MV Movena.

​Kapal MV Movena sebenarnya sedang dalam pelayaran internasional membelah laut dari Jepang menuju Australia. Namun, saat melintasi Perairan Kalukuang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, petaka medis itu datang. Nguyen tumbang akibat serangan penyakit perut akut yang membuatnya tak berdaya.

​Nyawa pemuda 24 tahun itu berada dalam taruhan, berpacu dengan waktu di tengah laut lepas.

Sinyal Darurat Malam Hari dan Operasi Intercept 110 Mil Laut

Panggilan darurat (mayday) medis itu akhirnya tersambung ke daratan. Rachel, pihak koresponden kapal, langsung menghubungi Kantor Basarnas Kelas A Makassar. Laporannya singkat namun mencekam: seorang kru butuh evakuasi medis darurat malam itu juga.

​Basarnas tidak membuang waktu. Posisi kapal target terlacak berada sangat jauh, sekitar 110 mil laut dari Dermaga Soekarno-Hatta, Makassar.

​”Segera kami menggerakkan personel menggunakan KN SAR Kamajaya untuk melakukan intercept (pencegatan) di laut,” ungkap Kepala Seksi dan Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, Minggu (21/6/2026).

​Sabtu (20/6/2026) malam, saat sebagian besar warga Makassar bersiap tidur, Tim Penyelamat Basarnas justru melepas tali sauh. KN SAR Kamajaya membelah ombak malam, melakukan operasi senyap demi menjemput satu nyawa asing yang sedang sekarat.

Detik-Detik Pemindahan di Tengah Lautan
​Tepat pada Minggu (21/6/2026) dini hari, di bawah temaram lampu sorot kapal dan goyangan ombak, KN SAR Kamajaya berhasil merapat di lambung MV Movena. Proses perpindahan korban adalah bagian paling krusial sekaligus berbahaya. Salah perhitungan sedikit saja, taruhannya adalah nyawa.

​Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, tubuh lemas Nguyen berhasil dievakuasi dari dek MV Movena dan dipindahkan ke atas dek KN Kamajaya. Tim medis langsung memberikan pertolongan pertama untuk menstabilkan kondisi pemuda Vietnam tersebut saat kapal mulai berbalik arah menuju daratan.

​”Proses pemindahan korban berjalan lancar. Setelah berhasil dievakuasi ke atas kapal KN Kamajaya, lalu menuju Dermaga Soekarno-Hatta dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam dengan ambulans,” jelas Andi Sultan melegakan.

​Keberhasilan operasi penyelamatan nyawa di rute internasional ini menjadi bukti kesiapsiagaan tinggi tim SAR gabungan Indonesia. Aksi heroik ini berjalan mulus berkat sinergi ketat antara Basarnas Makassar, ABK KN SAR Kamajaya, Polairud, TNI-AL, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar, hingga pihak agen kapal.