Menyemai Harapan di Pelosok Gowa, Saat Langkah Seragam Loreng Menuntun Petani Meraih Swasembada

Di bawah naungan langit cerah Dusun Bontosallang, Desa Romanglasa, gelak tawa dan rasa syukur melingkupi hamparan sawah hijau yang mulai menguning. Kamis (6/8/2026), menjadi momentum penuh makna ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1409-08/Bontonompo, Serma Saharuddin, terjun langsung mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Ballaparang memanen padi varietas Inpari di atas lahan irigasi seluas 2 hektar.

NETSULSEL | Gowa, Di bawah naungan langit cerah Dusun Bontosallang, Desa Romanglasa, gelak tawa dan rasa syukur melingkupi hamparan sawah hijau yang mulai menguning. Kamis (6/8/2026), menjadi momentum penuh makna ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1409-08/Bontonompo, Serma Saharuddin, terjun langsung mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Ballaparang memanen padi varietas Inpari di atas lahan irigasi seluas 2 hektar.

​Kehadiran sosok prajurit TNI di tengah lumpur sawah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata sinergi dan dukungan moral yang menyuntikkan semangat baru bagi para pahlawan pangan lokal. Dengan bantuan teknologi modern mesin Combine Harvester, proses panen berjalan cepat dan efisien, membuktikan bahwa modernisasi pertanian pedesaan mampu berjalan selaras dengan nilai gotong royong.

​Kerja keras yang terbayar tuntas ini mencatatkan hasil memuaskan dengan produktivitas mencapai 6 ton padi per hektar serta harga jual gabah yang stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram. Senyum sumringah terpancar dari wajah para petani yang melihat peluh mereka bertransformasi menjadi bulir-bulir beras berkualitas demi menopang ketahanan pangan keluarga dan daerah.

​Apresiasi mendalam dilontarkan oleh Ketua Poktan Ballaparang, Jufri Dg Ngesa, yang merasakan betul dampak positif dari hadirnya TNI yang senantiasa setia mendampingi perjalanan mereka dari masa tanam hingga panen raya.

Kehadiran dan perhatian dari Babinsa yang rutin turun langsung ke sawah memberikan dorongan semangat yang luar biasa bagi kami. Pendampingan ini tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberi kami rasa percaya diri untuk terus menggarap lahan demi kesejahteraan bersama,” ujar Jufri Dg Ngesa penuh haru.

​Melalui kemanunggalan yang erat antara Babinsa, kelompok tani, dan pemerintah daerah, Bontonompo kini menjelma menjadi simbol optimisme pertanian nasional. Langkah bersama di atas tanah Gowa ini membuktikan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target di atas kertas, melainkan wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras yang tak pernah padam.(syam)