Gemuruh di Lapangan Merdeka. Saat Bone Menjadi Jantung Bola Voli Sulawesi Selatan dan Dapur Pencetak Juara

Setiap dentuman smes yang menghantam lantai dan riuh tepuk tangan penonton di Lapangan Merdeka Watampone malam itu bukan sekadar perayaan olahraga belakangan ini. Pada Ahad (26/7/2026), Kabupaten Bone resmi mentas sebagai jantung utama bola voli Sulawesi Selatan. Lewat helatan megah "Bone Beramal Cup 2026" yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Kabupaten PBVSI Bone Masa Bakti 2026–2030, sebuah fajar baru bagi pembinaan atlet muda berprestasi di tanah Arung Palakka resmi terbit.

NETSULSEL | Watampone, Setiap dentuman smes yang menghantam lantai dan riuh tepuk tangan penonton di Lapangan Merdeka Watampone malam itu bukan sekadar perayaan olahraga belakangan ini. Pada Ahad (26/7/2026), Kabupaten Bone resmi mentas sebagai jantung utama bola voli Sulawesi Selatan. Lewat helatan megah “Bone Beramal Cup 2026” yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Kabupaten PBVSI Bone Masa Bakti 2026–2030, sebuah fajar baru bagi pembinaan atlet muda berprestasi di tanah Arung Palakka resmi terbit.

​Momen bersejarah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama jajaran Forkopimda, para tokoh olahraga, serta ribuan pasang mata pecinta voli yang memenuhi arena. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengprov PBVSI Sulsel, H. Muhammad Sadar, S.E., dan ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka kepada Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone yang baru, H. Muslimin, S.E., M.M., menjadi simbol bahwa estafet kepemimpinan siap mengemban misi besar: membawa voli Bone terbang lebih tinggi.

​Pelantikan ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan janji suci untuk merawat bakat-bakat emas tersembunyi dari pelosok desa. Ketua Umum PBVSI Bone, H. Muslimin, menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi pembinaan usia dini yang berkelanjutan dan berkarakter. Semangat tersebut disambut optimisme tinggi oleh PBVSI Sulawesi Selatan, yang meyakini bahwa dari tanah Bone, akan lahir bibit-bibit tangguh yang tak hanya mengharumkan nama daerah di kancah regional, tetapi juga siap membela sang Saka Merah Putih di panggung nasional.

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa lapangan voli adalah kawah candradimuka tempat ditempahnya mentalitas pantang menyerah, kedisiplinan, dan persatuan generasi muda. Olahraga menjadi instrumen penting untuk membentuk karakter anak bangsa yang tangguh. Sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah, Bupati Bone menandai dimulainya turnamen ini secara heroik lewat first service atau pukulan bola pertama yang membakar semangat seluruh peserta.

​Pertandingan pembuka sektor putri yang mempertemukan Tim Porprov Bone melawan Klub Tellu Siattinge menjadi bukti betapa olahraga ini mampu menyatukan gelombang energi positif masyarakat. Sebanyak 43 tim putra dan putri dari berbagai pelosok Sulawesi Selatan kini siap mengucurkan keringat dan membuktikan hasil latihan keras mereka di atas lapangan. Lebih dari sekadar mengejar piala dan gelar juara, Bone Beramal Cup 2026 adalah panggung kehormatan, wadah silaturahmi, sekaligus penggerak roda ekonomi warga lokal melalui hadirnya para pelaku UMKM di sekeliling lapangan.

​Langkah awal telah diayunkan, pilar-pilar kepengurusan baru telah berdiri kokoh, dan bola telah melambung di udara. Pelantikan PBVSI Bone dan bergulirnya Bone Beramal Cup 2026 menyalakan pesan kuat: dengan tekad yang membara, pembinaan yang tulus, dan kerja sama tanpa lelah, tidak ada impian yang terlalu tinggi untuk dicapai. Dari Lapangan Merdeka Watampone, perjuangan mencetak legenda-legenda voli baru Indonesia resmi dimulai! (tmz)