Jejaring Global & Era AI: Langkah Strategis Unhas Perkuat Pendidikan Asia-Pasifik

Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengokohkan perannya di kancah internasional. Melalui partisipasi aktif dalam School on Internet (SOI) Asia sejak 2001, Unhas konsisten memanfaatkan teknologi internet demi kemajuan pendidikan, riset, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Asia-Pasifik.

NETSULSEL | Makassar, ​Perubahan teknologi bergerak begitu masif. Kecerdasan artifisial (AI) kini bukan lagi sekadar tren baru, melainkan telah menjadi bagian integral dari kehidupan akademik, dunia kerja, hingga pelayanan publik. Namun, di balik pesatnya inovasi, tantangan seperti keamanan siber, ketahanan jaringan, dan kesenjangan akses digital masih membayang-bayangi.

​Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mengokohkan perannya di kancah internasional. Melalui partisipasi aktif dalam School on Internet (SOI) Asia sejak 2001, Unhas konsisten memanfaatkan teknologi internet demi kemajuan pendidikan, riset, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan Asia-Pasifik.

Inovasi dan Penguatan Kapasitas Manusia
Dalam SOI Asia 61st Meeting and 30th Anniversary Conference yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 31 Agustus–2 September 2026, Unhas kembali menegaskan komitmennya. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), hadir sebagai panelis untuk membedah peran strategis kampus dalam merespons era AI dan pendidikan digital.

​”Ketahanan masyarakat tidak lahir dari kemampuan untuk menghindari perubahan, tetapi dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menghadapi perubahan. Di sinilah perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan pengetahuan dan teknologi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. JJ.

​Pandangan ini menyoroti bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, kesiapan manusia dan kelembagaan tetap menjadi kunci utama utama. Kemajuan teknologi tidak sekadar urusan perangkat lunak atau infrastruktur, melainkan penguatan kompetensi individu agar mampu memanfaatkan inovasi secara bijak dan tepat sasaran.

Komitmen Seperempat Abad melalui Bandung Declaration 2026
​Perjalanan Unhas bersama jejaring SOI Asia yang telah membentang lebih dari dua dekade membuktikan daya tahan kolaborasi ini dalam melintasi berbagai era teknologi.

​Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (LTDKA) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., menyampaikan bahwa keterlibatan Unhas memberi ruang luas bagi sivitas akademika untuk mengakses pengetahuan, teknologi terkini, serta jejaring riset Asia-Pasifik.

​”Unhas telah mengambil bagian dari komunitas SOI Asia sejak 2001. Bandung Declaration 2026 adalah penegasan bahwa jejaring ini masih sangat relevan untuk menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan kolaborasi akademik saat ini,” ungkap Prof. Niswar.

​Momentum puncak dalam konferensi tersebut ditandai dengan penandatanganan SOI-Asia Bandung Declaration 2026 oleh Prof. JJ bersama para pimpinan institusi anggota. Deklarasi ini menjadi penanda komitmen bersama selama lebih dari 25 tahun untuk membangun masyarakat global yang tangguh melalui riset, keamanan siber, resilient networks, dan integrasi AI dalam pendidikan tinggi.

​Bagi Unhas, langkah ini bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional, melainkan bagian dari misi berkelanjutan untuk melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. (baba)