
NETSULSEL | Makassar, Genap berusia tujuh dekade, Universitas Hasanuddin (Unhas) kian mantap menegaskan posisinya di panggung internasional. Perayaan Dies Natalis ke-70 dijadikan momentum krusial bagi kampus terbesar di Indonesia Timur ini untuk merefleksikan pencapaian sekaligus melipatgandakan dampak riset, inovasi, dan pengabdiannya hingga ke tingkat global.
Dalam perayaan yang berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Unhas pada Kamis (10/9/2026), Unhas secara resmi memasang target besar untuk menembus jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Ambisi ini didorong melalui penguatan kapasitas akademik, akselerasi publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring kemitraan mancanegara.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyoroti bahwa peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di dalam batas geografi lokal. Keberadaan institusi pendidikan tinggi harus membawa solusi konkret bagi berbagai tantangan masyarakat dunia.
”Unhas bukan hanya untuk Unhas, bukan hanya untuk Makassar, bukan hanya untuk Sulsel, tapi Unhas juga untuk dunia,” tegas rektor yang akrab disapa Prof JJ tersebut.
Transformasi pada usia ke-70 ini memfokuskan seluruh potensi sivitas akademika Unhas ke dalam beberapa langkah strategis:
Reputasi Akademik: Mengakselerasi kualitas riset dan publikasi ilmiah berstandar internasional.
Kolaborasi Global: Memperluas kerja sama strategis dengan institusi luar negeri untuk pertukaran pengetahuan dan teknologi.
Inovasi Berdampak: Memastikan setiap hasil penelitian serta inovasi kampus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.
Memanfaati pengalaman panjangnya selama 70 tahun, Unhas berkomitmen menjadikan visi “Unhas untuk Dunia” bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan nyata untuk membawa nama Makassar dan Sulawesi Selatan semakin diperhitungkan di kancah internasional. (qas)
















